TRIBUN WIKI
Daging Kambing Dianggap Picu Hipertensi, Berapa Batas Aman Konsumsinya?
Di Indonesia selama ini berkembang anggapan bahwa daging kambing dapat menyebabkan hipertensi.
Kondisi ini pada gilirannya akan membebani kerja jantung, sehingga dapat meningkatkan tekanan darah.
Selain itu, suhu panas ketika menggoreng, membakar, atau memanggang dapat membuat kandungan air di dalam daging menguap hilang dan digantikan oleh lemak dari minyak.
Beragam jenis daging di Tanah Air juga kerap diolah dengan campuran santan.
Padahal, santan termasuk bahan makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, yaitu sebanyak 21 gram per 100 gram bahan.
Batas aman konsumsi daging per hari
Selain lemak jenuh, kandungan kolesterol pada daging sendiri perlu diperhatikan karena bisa menaikkan kadar kolesterol dalam darah dan memicu hipertensi.
Melansir Buku Ajar Ilmu Kesehatan: Memahami Gejala, Tanda dan Mitos (2019) karya Dr. dr. Umar Zein, DTM&H., Sp.PD., KPTI., FINASIM dan dr. Emir El Newi, Sp.M, kadar kolesterol dalam daging kambing mencapai sekitar 57 mg per 100 gram bahan.
Sedangkan, kandungan kolesterol dalam daging sapi sekitar 89 mg per 100 gram bahan.
Semetara, 100 gram daging ayam mengandung 83 mg kolesterol.
Konsumsi makanan yang mengandung kolesterol secara terus menerus dan berlebihan tentu tidak baik bagi kesehatan.
Keputusan itu dapat memicu pembentukan plak di pembuluh darah yang bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit dan meningkatkan tekanan darah.
Lalu, berapa banyak sebaiknya konsumsi daging per hari?
Health Harvard Education merekomendasikan banyaknya daging merah yang aman dikonsumsi, yakni sekitar 50-100 gram (setara 1,8-3,5 ons daging) per hari.
Sementara, ahli dari World Cancer Research dan American Institute for Cancer Research menyarankan makan daging idealnya cukup 3 kali sepekan dengan porsi 300-500 gram (selama seminggu).
Sebab, mengonsumsi banyak daging yang melebihi kebutuhan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Dampaknya antara lain,meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker usus besar karena daging banyak mengandung lemak jenuh.
Selain membatasi jumlahnya, usahakan juga untuk memvariasikan jenis daging yang disajikan agar nutrisinya tetap seimbang dan beragam.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Batas Konsumsi Daging untuk Cegah Hipertensi".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/masakan-daging-kambing_20150924_112839.jpg)