BATAM TERKINI
RS Elisabeth Batam Center Bantah Telantarkan Pasien Meninggal, Begini Faktanya
Direktur RS Elisabeth Batam Center dr Sahat H Siahaan, MARS membantah kabar yang menyebut pihak rumah sakit menelantarkan pasien yang telah meninggal.
Editor : Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Direktur RS Elisabeth Batam Center dr Sahat H Siahaan, MARS membantah kabar yang menyebut pihak rumah sakit menelantarkan pasien yang telah meninggal dunia.
Yakni dengan membiarkan jasad pasien yang masih bayi dibawa naik motor karena rumah sakit tidak mau menyediakan ambulans.
Kepada TRIBUNBATAM.id, Sahat mengatakan, keluarga pasien tersebut tidak meminta pihak rumah sakit mengantar jenazah .
"Mereka bilang, akan memakai mobil jenazah dari yang lain. Pihak keluarga tidak memberitahukan /mengkomunikasikan kepada rumah sakit bahwa mobil jenazah dari pihak ketiga tidak bisa dipakai. Dan kami tidak tahu kalau mobil itu tidak bisa mengantar. Kalau diinformasikan, Rumah Sakit Elisabeth pasti mengantar jenazah tersebut walaupun tidak ada biaya dari keluarga. Karena memang sudah itu standar yang kami lakukan," kata dr Sahat H. Siahaan, Senin (3/8/2020).
Ia menyayangkan berita itu viral di mana-mana.
Bahkan, kata dia, gegara berita tersebut dia mendapat telpon dari Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Batam dr Didi Kusmarjadi.
Sebelumnya diberitakan, seorang warga Batam mengaku terpaksa membawa jasad bayinya menggunakan sepeda motor dari rumah sakit.
• Seminggu Hilang Tergulung Ombak di Pulau Rinti, Seorang Nelayan Bintan Belum Juga Ditemukan
Hal itu karena, dia mereka tak sanggup membayar biaya ambulans untuk membawa jasad sang bayi.
Peristiwa yang terekam video itu menjadi viral dan mengundang reaksi banyak orang.
Sekretaris Forum Nias Selatan Provinsi Kepri Sofumboro Laia, misalnya.
Dia mengaku sangat prihatin dengan kondisi tersebut dan mengaku kecewa dengan kebijakan pihak rumah sakit yang berlokasi di Batam Center tersebut.
"Sangat disayangkan sekali tindakan seperti itu. Seharusnya bisa difasilitasi dengan pakai ambulan. Padahal, sepengetahuan kami brand rumah sakit itu mengedepankan kasih. Tapi atas kejadian itu, kami belum melihat kasih yang digaungkan itu," ujar Sofumboro Laia, Minggu (2/8/2020).
Diketahui, jasad bayi perempuan itu keluar dari rumah sakit digendong oleh neneknya dan dibonceng oleh pamannya menggunakan sepeda motor.
Dari rumah sakit tersebut, mereka menuju Kaveling Punggur di rumah orangtua bayi.
Sofu menilai, tindakan rumah sakit tersebut tidak etis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/03082020jasad-bayi-dibawa-naik-motor.jpg)