Breaking News:

PILWAKO BATAM

KPU Batam Siapkan Bilik Khusus di Setiap TPS untuk Pemilih yang Alami Demam

Bilik khusus itu akan disiapkan di seluruh TPS di penjuru Kota Batam. Sehingga totalnya ada lima bilik di setiap TPS

TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
Ketua KPU Kota Batam, Herigen Agusti. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, KPU Batam menyiapkan bilik khusus bagi pemilih yang mengalami demam saat pilkada nanti. Mereka tetap bisa menyalurkan hak pilihnya 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam menyiapkan bilik khusus di tempat pemungutan suara (TPS) saat pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020, Desember mendatang.

Bilik ini diperuntukkan bagi pemilih yang mengalami demam, yakni dengan suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celcius. Kepada mereka tetap diberikan hak pilih.

Upaya ini dilakukan untuk mencegah semakin luasnya penyebaran Covid-19.

"Acuannya tetap protokol kesehatan. Bagi mereka (pemilih) suhu tubuh 37,3 derajat celcius ke atas, maka diarahkan menggunakan bilik suara khusus," kata Ketua KPU Batam, Herigen Agusti, Kamis (6/8/2020).

Bilik khusus itu akan disiapkan di seluruh TPS di penjuru Kota Batam. Oleh sebab itu, jumlah bilik di tiap TPS bertambah, dari awalnya yang direncanakan hanya empat bilik suara, maka dengan bilik khusus, menjadi lima setiap TPS.

Tribun Podcast Batam: Generasi Milenial dan Semangat Nasionalisme, Pemuda Jangan Hanya Diam

Kenalkan Eazy Passport, Warga Karimun Kini Bisa Buat Paspor Kolektif Tanpa ke Kantor Imigrasi

"Dengan adanya pandemi COVID-19, kami tambahkan satu bilik suara untuk warga yang suhu tubuhnya di atas ketentuan," ujar Herigen.

Pihaknya saat ini tengah mengkaji penyemprotan disinfektan usai digunakan oleh warga yang diindikasikan demam. KPU masih menunggu aturan teknis yang lebih detil dari KPU pusat.

Meski begitu, ia menyatakan KPU akan menyiapkan masker bagi warga yang lupa membawa penutup hidung dan mulut itu ke TPS. Karena sifatnya hanya untuk membantu warga yang lupa, maka jumlah masker yang disiapkan relatif tidak banyak.

"Hanya untuk warga yang sekiranya kelupaan saja," kata dia.

Sementara itu, KPU Batam mendapatkan dana Rp 3,7 miliar dari APBN untuk pengadaan alat pelindung diri bagi seluruh penyelenggara Pilkada Serentak 2020.

Menurut Herigen, awalnya KPU Batam telah menyepakati nota kesepahaman dengan pemerintah daerah setempat untuk anggaran pengadaan APD bagi penyelenggara.

Namun, APBN kemudian menyalurkan dana hibah, sehingga kesepahaman dengan Pemko Batam direvisi, demi menghindari penganggaran ganda.

"Ini di luar rapid test. Rapid test tetap Pemko Batam," kata dia.

Untuk pemilu kali ini, lumayan menelan anggaran lebih dibandingkan sebelumnya. Sebab, pengadaan alat pelindung diri. Baik bagi masyarakat maupun bagi petugas KPU.

(TribunBatam.id/leo halawa)

Penulis: Filemon Halawa
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved