VIRUS CORONA DI TANJUNGPINANG
Terpapar Covid-19, 6 WNA Asal Ukraina Batal Dikarantina di LPMP di Bintan, 'Ada Penolakan Warga'
Tjetjep mengatakan, 6 WNA asal Ukraina itu semuanya kini berada di rumah singgah RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang.
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
Selanjutnya, dilakukan tes swab dengan hasil terkonfirmasi Covid-19.
Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjejep Yudiana.
"Dari 10 WNA tersebut, 6 WNA dinyatakan hasil swab positif. Para WNA itu sendiri juga sudah memiliki surat swab yang menyatakan hasil negatif Covid-19 sebelum tiba di Bandara Tanjungpinang, namun petugas KKP di Bandara tetap melakukan rapid test sesuai protokol kesehatan dengan hasil 6 positif," ujar Tjejep, Kamis (6/8/2020).
Baik yang dinyatakan positif dan tidak, saat ini 10 WNA tersebut sudah ditempatkan di Gedung Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPM) di Bintan untuk menjalani karantina.
Dikonfirmasi Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II Bandara RHF, Bravian Bambang menegaskan, bahwa seluruh WNA tersebut tidak satupun melakukan kontak dengan petugas yang ada di Bandara.
"Bahwa setibanya mereka (Para WNA) mendarat di Bandara RHF, langsung dilakukan pemeriksaan oleh petugas KKP. Jadi posisi mereka belum berkontak dengan banyak orang di Terminal, termasuk petugas kita," tegas Bravian.
Ia pun menyampaikan, bagi para penumpang yang melalui penerbangan di Bandara RHF tidak perlu cemas.
"PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai pengelola Bandara RHF telah menerapkan protokol kesehatan sangat ketat. Mulai dari pemeriksaan suhu, penyediaan air mengalir dan sabun, serta penyediaan handsanitizer, dan melakukan disinfeksi secara berkala setiap hari pada area publik. Hal bertujuan untuk meyakinkan para calon penumpang bahwa terbang dengan angkutan udara adalah aman. Hal ini kita gaungkan dalam safe travel campaing yang kita adakan saat ini," ucap Bravian lagi.
Ditanyakan, bagaimana perkembangan penumpang di Bandara RHF?
"Penerbangan di Bandara RHF sudah mulai menggeliat dengan adanya penerbangan Garuda setiap hari tujuan Jakarta yang sebelumnya dilayani hanya seminggu 4 kali," jawabnya.
Ditolak Warga
Warga Toapaya Bintan menolak tegas Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kepri di daerah Toapaya dijadikan tempat karantina pasien Covid-19. Hal ini disampaikan Ketua RW 2 Kelurahan Toapaya Asri Bintan, Darmili, mewakili warga.
Ia meminta agar tim gugus tugas Covid-19 Provinsi Kepri untuk mempertimbangkan keresahan warganya. Pasalnya, di kawasan itu dekat dengan pemukiman warga, ada pesantren dan kampus. Tak hanya itu, area perkantoranpun ada.
"Jadi kami mohon dipertimbangkan dan menerima penolakan kami," terang Darmili dalam pertemuan antara warga dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kepri di Aula Pasar Tani, Toapaya, Bintan, Jumat (7/8/2020).
Tokoh masyarakat Toapaya, Purwadi juga meminta hal yang sama. Ia meminta pemerintah harus bisa mencari solusi lain untuk tempat karantina.