VIRUS CORONA DI TANJUNGPINANG

Terpapar Covid-19, 6 WNA Asal Ukraina Batal Dikarantina di LPMP di Bintan, 'Ada Penolakan Warga'

Tjetjep mengatakan, 6 WNA asal Ukraina itu semuanya kini berada di rumah singgah RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ALFANDI SIMAMORA
PLT Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kepri Tjetjep Yudiana yang juga juru bicara tim gugus Tugas Covid-19 Kepri. Ia mengatakan, 6 WNA asal Ukraina yang terpapar Covid-19 batal dibawa ke LPMP 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Warga Bintan menolak Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPM) di Bintan dijadikan tempat karantina bagi pasien Covid-19.

Penolakan itu membuat 6 Warga Negara Asing (WNA) asal Ukraina yang terpapar Covid-19 bersama 4 rekannya batal dibawa ke sana untuk menjalani karantina.

"Tak jadi dibawa kesana, sebab ada penolakan warga. Saat ini semuanya berada di rumah singgah RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT)," ucap Juru Bicara (Jubur) Tim Gugus Tugas Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, Jumat (7/8/2020).

Sementara itu, terkait penolakan warga soal LPMP jadi tempat karantina pasien Covid-19, Tjejep sangat memakluminya.

"Tapi keputusan ini juga sudah menjadi keputusan pusat untuk daerah memanfaatkan gedung tersebut. Apalagi tempatnya sangat memenuhi syarat, dan jauh dari pemukiman warga," ucapnya kembali.

Setelah Kanitreskrim Terpapar Corona, Kini Anggota Polsek Sagulung Batam Rajin Olahraga

Ia mengatakan, untuk mengantisipasi kelebihan kapasitas di rumah singgah RSUD RAT Tanjungpinang, seluruh hotel di Tanjungpinang tidak ada yang bersedia bekerja sama.

"Semua hotel di Tanjungpinang menolak untuk bekerja sama dijadikan tempat karantina. Namun kita sudah dapat tempatnya, tapi ada penolakan. Kami kembalikan kepada masyarakat. Kalau memang menolak kami tidak akan gunakan tempat itu. Mudah-mudahan masyarakat memaklumi kondisi dan tidak mempersoalkan," ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah wajib hadir memberikan pelayanan, ketika kasus Covid-19 di luar prediksi, meningkat dan membuat rumah sakit kewalahan karena jumlahnya melebihi kapasitas.

"Kami akui juga, kurangnya sosialisasi tempat tersebut menjadi lokasi karantina baru. Tapi ledakan ini di luar predikasi sepekan lalu. Awalnya santai saja, ternyata sebanyak itu yang terpapar. Inilah langkah cepat pemerintah dalam mengantisipasi untuk tempat karantina," ujarnya lagi.

6 WNA Ukraina Positif Covid-19

Satu unit Helikopter carteran yang ditumpangi 10 Warga Negara Asing (WNA) asal Ukraina melakukan transit di  Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Senin (3/8/2020).

Heli itu sebelumnya terbang dari Malaysia dengan tujuan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Saat akan melanjutkan perjalanan, pesawat helikopter tersebut transit untuk melakukan pengisian bahan bakar di Bandara Tanjungpinang.

Saat tiba, petugas KKP di Bandara langsung melakukan rapid test, dengan hasil 6 WNA reaktif.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved