Breaking News:

BIN Ikut Serahkan Hasil Uji Klinis Kombinasi Obat Covid-19, Ahli Biologi Molekuler Minta Tak Euforia

Badan Intelijen Negara (BIN) ikut dilibatkan dalam seremoni penyerahan hasil uji klinis fase 3 kombinasi obat Covid-19 untuk pasien positif corona

Tribun Batam/Argianto
Ilustrasi vaksinasi. Badan Intelijen Negara (BIN) ikut dilibatkan dalam seremoni penyerahan hasil uji klinis fase 3 kombinasi obat Covid-19 untuk pasien positif corona yang dirawat tanpa ventilator. 

TRIBUNBATA.id - Badan Intelijen Negara (BIN) ikut dilibatkan dalam seremoni penyerahan hasil uji klinis fase 3 kombinasi obat Covid-19 untuk pasien positif corona yang dirawat tanpa ventilator.

Penyerahan itu diberikan kepada Wakil Ketua I Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Jenderal Andika Perkasa.

Amerika Serikat Tolak Tawaran Rusia Soal Vaksin Covid-19, Ungkap Ada Rasa Tak Percaya

Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Sejumlah Relawan Mengaku Mengantuk Hingga Suhu Tubuhnya Meningkat

Seremoni penyerahan itu melibatkan tim gabungan dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Badan Intelijen Negara, TNI AD, dan BPOM.

Sebelumnya BIN mengungkapkan prediksinya terkait puncak wabah virus corona di Indonesia terjadi pada Bulan Juli 2020 dengan 106 ribu lebih kasus.

Rektor Universitas Airlangga, Prof Dr M Nasih, mengatakan obat ini tinggal menunggu izin produksi dan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Yang perlu ditekankan untuk produksi dan edarnya kami tetap masih menunggu izin produksi dan edar BPOM," katanya dalam konferensi pers di Mabes TNI AD, Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2020.

Prof M Nasih meminta semua pihak mendukung agar obat kombinasi Covid-19 temuan tim gabungan Unair, Badan Intelijen Negara, TNI AD, dan BPOM bisa segera mendapatkan izin produksi dan izin edar. Ia mengklaim obat ini bakal menjadi obat Covid-19 pertama di dunia.

Nasih menjelaskan obat ini berasal dari kombinasi berbagai macam obat, namun BPOM menganggapnya hal baru.

"Tentu karena ini akan menjadi obat baru maka diharapkan ini akan menjadi obat Covid-19 pertama di dunia," katanya dalam konferensi pers di Mabes TNI AD, Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2020.

Nasih meminta TNI, Polri, BIN, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia, Kimia Farma, dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk bersama mengembangkan produk ini.

Halaman
123
Editor: Azmi S
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved