Breaking News:

JEJAK JENDERAL POLISI di Pelarian Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Susul Brigjen Prasetijo Tersangka

Setelah keterlibatan Brigjen Pol Prasetijo Utomo yang menerbitkan surat jalan untuk Djoko Tjandra kini menyusul jenderal polisi lain diduga terlibat

Kolase Tribunnews.com
Kolase foto Djoko Tjandra, Anita Kolopaking dan Jaksa Pinangki yang sempat beredar di media sosial. 

JEJAK JENDERAL POLISI di Pelarian Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Susul Brigjen Prasetijo Tersangka

TRIBUNBATAM.id - Kecurigaan sejumlah pihak bahwa akan ada banyak oknum pejabat terseret kasus Djoko Tjandra pelan-pelan terkuak.

Setelah keterlibatan Brigjen Pol Prasetijo Utomo yang menerbitkan surat jalan untuk Djoko Tjandra, kini menyusul jenderal polisi lain yang diduga terlibat kasus Djoko Tjandra

Bareskrim Polri resmi menetapkan tersangka mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen Pol Napoleon Bonaparte (NB).

Ia dijerat sebagai tersangka dalam kasus surat jalan palsu terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra (JST).

Kolase Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Tjandra
Kolase Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Tjandra (Tribunnews.com)

Jika sebelumnya Prasetijo adalah perwira tinggi Polri berpangkat bintang satu, maka Napoleon adalah pejabat Polri yang mempunyai bintang dua di pundaknya.

Ia diduga turut menerima suap 20 ribu US dollar (sekitar Rp 300 juta) dari Djoko Tjandra untuk mengurus surat jalan dan penghapusan red notice Djoko Tjandra yang buron 11 tahun.

Irjen Napoleon Bonaparte jadi tersangka karena kasus pelarian Djoko Tjandra
Irjen Napoleon Bonaparte jadi tersangka karena kasus pelarian Djoko Tjandra (ISTIMEWA)

Selain Napoleon, Mabes Polri juga menetapkan mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetijo Utomo (PU), Djoko Tjandra, serta seorang swasta bernama Tommy Sumardi (TS) sebagai tersangka.

Penetapan tersangka terhadap keempat orang itu dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara.

"Gelar perkara selesai jam 11.15 WIB.

Kesimpulan dari gelar perkara itu setuju menetapkan tersangka," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Argo mengatakan dari empat orang tersangka itu, dua pihak ditetapkan selaku penerima dan dua pihak selaku pemberi di dalam penghapusan red notice tersebut.

Untuk pemberi hadiah, penyidik menetapkan Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi.

Sementara Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo Utomo selaku penerima.

Halaman
1234
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved