Jumat, 5 Juni 2026

HUT KEMERDEKAAN

Sejarah dan Awal Mula Dibentuknya Paskibraka, Berawal Perintah Soekarno kepada Mayor Husain Mutahar

Paskibraka dibentuk pada tahun 1946 atas perintah Presiden Soekarno kepada Mayor M. Husain Mutahar.

Tayang:
TRIBUN/RISKI CAHYADI
Ilustrasi / Sejarah dan Awal Mula Dibentuknya Paskibraka, Berawal Perintah Soekarno kepada Mayor Husain Mutahar 

Editor Danang Setiawan

TRIBUNBATAM.id - Peringatan Hari Kemerdekaan RI selalu ditandai upacara detik-detik proklamasi RI.

Dalam upacara 17 Agustus, terdapat pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka.

Namun ada yang berbeda dengan suasana peringatan HUT ke-75 RI tahun ini.

Ditengah pandemi covid-19, upacara HUT ke-75 RI dilakukan secara virtual.

Tahun ini, perayaan HUT ke-75 RI berlangsung dalam suasana berbeda karena pandemi virus corona.

Demikian pula dengan komposisi Paskibraka.

Pada 17 Agustus 2020, pasukan hanya beranggotakan delapan orang, tidak seperti tahun sebelumnya yang berjumlah hingga 68 orang.

Pada tahun ini, pemerintah tidak melakukan seleksi Paskibraka karena mengantisipasi penyebaran virus corona.

Berbicara mengenai Paskibraka, ada cerita sejarah panjang yang mengiringi perjalanannya hingga saat ini.

Bagaimana sejarah Paskibraka?

50 Kumpulan Ucapan Hari Kemerdekaan ke-75 RI, Cocok Update Status saat 17 Agustus via WA, IG & FB

Penampakan Uang Baru Khusus HUT ke-75 RI yang Dirilis Bank Indonesia pada 17 Agustus 2020

Awal dibentuk

Presiden Joko Widodo (kiri) menyalami anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) saat upacara pengukuhan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2019).
Presiden Joko Widodo (kiri) menyalami anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) saat upacara pengukuhan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2019). (Tribunnews)

Sejarah pembentukan Paskibraka dijelaskan dalam Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Nomor 0065 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (2015).

Paskibraka dibentuk pada tahun 1946 atas perintah Presiden Soekarno kepada Mayor M. Husain Mutahar.

Awalnya, Soekarno ketika itu memanggil Mutahar yang tidak lain adalah ajudannya sendiri, untuk mempersiapkan upacara kenegaraan peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1946 di Halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta.

Saat itu, Ibu Kota RI dipindah ke Yogyakarta untuk sementara waktu karena situasi di Jakarta yang genting sejak kedatangan Belanda tak lama setelah kemerdekaan.

Pada 4 Januari 1946, situasi Jakarta sangat genting, sehingga Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia meninggalkan Jakarta menuju Yogyakarta dengan menggunakan kereta api.

Bendera Pusaka turut dibawa dan dimasukkan dalam koper pribadi Presiden Soekarno.

Upaya menumbuhkan rasa persatuan bangsa

ILUSTRASI - Anggota Paskibraka melaksanakan upacara bendera
ILUSTRASI - Anggota Paskibraka melaksanakan upacara bendera (Wartakota/Alex Suban)

Mutahar sempat berpikir bagaimana caranya upacara tersebut dapat menumbuhkan rasa persatuan bangsa.

Akhirnya, Mutahar memutuskan, saat pengibaran bendera pusaka sebaiknya dilakukan oleh para pemuda Indonesia.

Mutahar akhirnya menunjuk lima orang pemuda yang terdiri atas tiga orang putri dan dua orang putra sebagai perwakilan daerah yang berada di Yogyakarta untuk melaksanakan pengibaran bendera pusaka.

Bukan tanpa alasan mengapa Mutahar hanya memilih lima pemuda dan pemudi.

Alasannya, angka tersebut melambangkan Pancasila atau lima sila sebagai dasar negara Indonesia.

Pada 1950, saat Jakarta kembali menjadi Ibu Kota, Mutahar tidak lagi menangani Paskibraka.

Mutahar kembali menangani soal pengibaran bendera pusaka ketika dipanggil oleh Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, pada tahun 1967.

Dengan ide dasar dan pelaksanaan tahun 1946 di Yogyakarta, Mutahar kemudian mengembangkan lagi formasi pengibaran menjadi 3 kelompok.

Mutahar mengembangkan Paskibraka menjadi tiga kelompok yang seirama dengan momen 17-8-45 atau tanggal 17 Agustus 1945, yaitu:

  • Kelompok 17 sebagai Pengiring atau Pemandu
  • Kelompok 8 sebagai Pembawa atau Inti
  • Kelompok 45 sebagai Pengawal

Kala itu, dengan kondisi yang ada, Mutahar melibatkan putra daerah yang ada di Jakarta dan anggota Pandu/Pramuka untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera pusaka.

Mulai tahun 1972, anggota Paskibraka merupakan siswa/siswi SMA utusan dari 26 provinsi di Indonesia.

Setiap provinsi diwakili oleh sepasang remaja yang dinamakan Pasukan Pengerek Bendera Pusaka.

Istilah Paskibraka sejatinya baru dicetuskan pada tahun 1973.

Pencetusnya adalah Idik Sulaeman yang tidak lain adalah adik Husein Mutahar.

Adapun suku kata "pas" berasal dari kata Pasukan, paduan ucapan "kibra", berasal dari "pengibar bendera" dan suku kata "ka" dari kata pusaka.

Sejak itulah penyebutan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dengan singkatan akronim, Paskibraka (PAS-KIB-RA-KA)

(*)

Sumber: Kompas.com/Penulis Dandy Bayu Bramasta | Editor Inggried Dwi Wedhaswary

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah di Balik Sejarah Paskibraka, Berawal dari Perintah Presiden Soekarno"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved