HUT KEMERDEKAAN
Wajah Jasril Sampai Memerah, Anggota DPRD Anambas Ini Antusias Main Kayu Pale Ola
Ude Jas mengaku sangat tegang. Ia sangat bersemangat ingin menjadi pemenang dalam lomba kayu pale ola
Editor: Zabur Anjasfianto
TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Ada yang menarik saat kegiatan lomba rakyat di Kecamatan Kute Siantan, Anambas, Senin (17/8/2020).
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas, Jasril Jamal tertarik mengikuti lomba kayu pale ola.
Menggunakan pakaian kemeja putih dan celana hitam, Jasril Jamal dari fraksi PAN ini memamerkan kehebatannya memainkan permainan rakyat kayu pale ola.
Wajahnya tampak memerah saking bersemangat. Ude Jas sapaan akrab Jasri Jamal kemudian mengambil ancang-ancang untuk melempar kayu sejauh mungkin.
Kepada Tribunbatam.id, Ude Jas mengaku sangat tegang. Pasalnya ia sangat bersemangat ingin menjadi pemenang dalam perlombaan tersebut.
• Cerita di Balik Permainan Unik Kayu Pale Ola di Kute Siantan, Semarak HUT ke-75 RI di Anambas
• Cara Unik Warga Kute Siantan Anambas Rayakan HUT ke-75 RI, Main Lomba Rakyat Kayu Pale Ola
"Saya sangat senang sekali, karena ini permainan saya waktu kecil. Jadi teringat masa kecil saya, masih banyak lagi permainan zaman dahulu yang seharusnya kita lestarikan," ujar Jasril.
Ia mengaku sengaja ikut bermain kayu pale ola karena teringat dengan masa kecilnya saat bermain dengan teman-temannya.

"Seharusnya tradisi permainan ini tidak boleh hilang, khususnya di Kabupaten Kepulauan Anambas. Harapan saya tradisi-tradisi lama ini harus dilestarikan kembali, terkhususnya permainan seperti ini.
Kita juga wacana kedepannya mau menyajikan barang-barang antik seperti bakul, nyerok, gogok, dan masih banyak lagi," ungkapnya.

Jasril berharap pemerintah bisa mengorbitkan kembali permainan zaman dahulu di zaman sekarang agar tidak lekang dimakan waktu.
Main Kayu Pale Ola
Lomba rakyat yang sebelumnya sempat tenggelam dimakan zaman, kini kembali diangkat ke tengah masyarakat pada peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia.
Lomba rakyat khas Melayu ini digelar meriah di lapangan bola kaki Payalaman, Kecamatan Kute Siantan, Anambas, pada Senin (17/8/2020).
Para warga yang datang tampak antusias menyaksikan perlombaan "Kayu Pale Ola" yang akan segera dimainkan.
Riuh pikuk suara para remaja yang berada di lokasi semakin menambah kemeriahan acara.
Mulai dari anak-anak hingga orang tua tampak semangat ingin mengikuti lomba rakyat "Kayu Pale Ola".
• Peringatan HUT ke-75 RI, Kecamatan Kute Siantan Anambas Salurkan 75 Paket Sembako Merah Putih
• Diguyur Hujan, HKBP Lubuk Baja Tetap Gelar Upacara Kemerdekaan RI di Tengah Pandemi Covid-19
Pantauan tribunbatam.id di lokasi acara, para peserta sedang mendaftar untuk mengikuti lomba. Ada 8 tim yang sudah terdaftar untuk bermain.
Ketua Panitia Genta Harmoni, Ahmuhardi menuturkan, lomba rakyat ini pertama kalinya diadakan dan dilestarikan pada acara HUT ke-75 Republik Indonesia.
Salah satu peserta, Wanda mengatakan cukup tertarik dengan perlombaan ini. Selain bisa merasakan permainan zaman dahulu, ia juga sangat senang permainan ini bisa kembali dinikmati.
"Ini permainan cukup lama sekali, saya main ini waktu SD, tapi lama-kelamaan permainan ini sudah jarang dimainkan. Apalagi sekarang zamannya gadget, sudah pasti terlupakan permainan itu," kata Wanda yang sedang bersiap-siap untuk main, Senin (17/8/2020).
Dengan dilestarikannya permainan rakyat yang sempat tenggelam dimakan zaman ini, masyarakat sangat berharap tidak hanya pada perayaan hari besar saja ditampilkan, namun dalam keseharian juga bisa diterapkan dan dikenalkan kepada anak cucu.
"Bagi saya ide melestarikan permainan ini di tengah masyarakat cukup kreatif sekali. Kita sebagai masyarakat sangat bangga dengan anak kampung yang mau menampilkan kembali lomba ini.
Kalau tahun sebelumnya itu ya lomba paling makan kerupuk, balap karung, sama panjat pinang, itu identik sekali kan sama HUT 17 Agustus, tapi kalau sekarang kan beda dan unik," terangnya.
Asal Usul
Seorang warga Desa Payamaram, Neti (51) menuturkan, permainan kayu pale ola sudah ada sejak ia kecil. Netipun untuk sesaat kembali ke ingatan masa lalunya.
"Dulu kita tidak punya uang. Karena ini permainan yang murah dan tidak menggunakan biaya, muncullah ide bikin permainan ini, alatnya cuma pakai kayu saja," ujar Neti, Senin (17/8/2020).
• Kemeriahan Hut Kemerdekaan RI di Pantai Gading, Ibu-ibu Mandi Tepung, Bapak-Bapak Main Air
• Kemeriahan HUT Kemerdekaan RI ke 75 di Batam, Walau Hanya Panitia Kecil, Satu Komplek Meriah
Ketua Panitia Genta Harmoni, Ahmuhardi mengatakan, permainan kayu pale ola ini cukup mudah dimainkan. Cara mainnya memiliki tiga teknik bermain.
"Kayu pale ola ini terdiri dari 3 segmen. Pertama congkel. Anak kayu ditekan diujung lalu dicongkel sejauh mungkin dan dilempar, kalau bahasa Melayunya itu kita jungkit.
Segmen kedua pakeng yaitu anak kayu dipukul sama ibu kayu sejauh mungkin, dan segmen ketiga tarting yaitu mengangkat anak kayu lalu dipukul dari dasar lubang," terang Ahmuhardi.
Ia melanjutkan, untuk kriteria pemenang permainan ini ditentukan jarak dan tangkapan. Yakni menggunakan hitungan poin jarak dan poin tangkapan.
"Kalau poin jarak itu seberapa jauh anak kayu dari lubang kita ukur, yang kedua poin tangkapan biasanya berbeda-beda," ujarnya.
Asal mula permainan ini, sebetulnya karena orang zaman dahulu tidak memiliki permainan seperti zaman sekarang. Mereka rata-rata menggunakan permainan dari alam, salah satunya menggunakan bahan kayu..
Permainan ini dahulunya sebagai hiburan bagi orang zaman dahulu..
(Tribunbatam.id/Rahma Tika)