Sabtu, 16 Mei 2026

JAKSA Fedrik Adhar Meninggal, Jadi Sorotan Kasus Novel Baswedan, Sempat Dirawat Pakai Ventilator

Jaksa Fedrik Adhar yang namanya sempat mencuat atas tuntutan ringat terdakwa kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan meninggal

Tayang:
INSTAGRAM/@fedrik_adhar
Jaksa Fredrik Adhar. Ia merupakan JPU kasus penyiraman penyidik KPK Novel Baswedan 

JAKSA Fedrik Adhar Meninggal, Jadi Sorotan Kasus Novel Baswedan, Sempat Dirawat Pakai Ventilator

TRIBUNBATAM.id - Korps Adhyaksa berduka di hari peringatan kemerdekaan RI, Senin 17 Agustus 2020.

Jaksa Fedrik Adhar yang namanya sempat mencuat atas tuntutan ringat terdakwa kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan meninggal dunia.

Keanehan Laporan Harta Kekayaan Jaksa Fredrik Adhar di KPK, Harga Mobil Fortuner SUV Cuma Rp 5 Juta

BREAKING NEWS- Fredrik Adhar, Jaksa yang Disororot Dalam Kasus Novel Baswedan & Ahok Meninggal Dunia

Fedrik Adhar sempat jadi sorotan pascamenuntut 1 tahun terdakwa penyiram air keras ke Novel Baswedan.

Selain itu almarhum adalah jaksa yang pernah menangani kasus Ahok.

Kabar meninggalnya Fedrik Adhar dibenarkan Abu Nawas, seorang jaksa yang pernah jadi rekan kerjanya di Kajari Muaraenim beberapa tahun yang lalu saat dikonfirmasi Tribunsumsel.com, Senin (17/8/2020).

Jaksa Fedrik Adhar dirawat
Jaksa Fedrik Adhar dirawat ((Tribunsumsel.com))

Dikatakan Abu, sebelum meninggal dunia Fedrik baru pulang dari Baturaja, Sumsel, karena ada urusan keluarga.

"Ya benar, kami mendapat kabar bahwa Fedrik baru saja meninggal setengah jam yang lalu," katanya.

"Infonya setelah pulang dari Baturaja, Fedrik mendadak sakit, dilarikan ke rumah sakit dan sempat dirawat, hingga kami mendengar berita duka ini setengah jam yang lalu bahwa Fedrik meninggal dunia," katanya.

Namun lanjutnya pihaknya belum mengetahui penyakit apa yang diderita fedrik.

"Untuk sakit apa,itu kita belum tau,karena kita juga baru dapat kabar bahwa fedrik meninggal,"ungkapnya.

Sempat Dirawat di Jakarta

Sebelum dinyatakan meninggal dunia jaksa Fedrik Adhar dirawat di rumah sakit di Jakarta.

Dalam video yang diterima Tribunsumsel.com, jaksa Fedrik Adhar tampak memakai ventilator.

Terlihat juga pada video tersebut, Fedrik Adhar melambaikan tangan dan tersenyum.

Terdengar juga percakapan yang menjelaskan bahwa istri Fedrik Adhar berada di depan, entah ada di depan kamar perawatan atau di depan tubuh Fedrik.

Sebelum kembali ke Jakarta, diketahui Fedrik sempat pulang kampung ke Baturaja Sumsel.

Jaksa yang Pernah Tangani Kasus Ahok dan Novel Baswedan Meninggal, Simak Profil Fedrik Adhar

"Benar Fedrik meninggal siang tadi, dan kini jenazahnya sedang diusahakan untuk dibawah ke kampung halaman di Kota Baturaja (Sumsel)" jelas Alfian, paman Fedrik yang dihubungi via telepon.

Namun Alfian mengaku tidak tahu penyebab meninggalnya Jaksa Fedrik, apakah karena jantung atau lainnya.

Masih menurut Alfian, pihak keluarga kini sedang menunggu informasi lebih lanjut apakah jenazah Fedrik bisa dibawah pulang ke Baturaja atau tidak.

Mengenal Sosok Fredrik Adhar

Belakangan nama Fredrik Adhar memang mendadak jadi sorotan warganet.

Itu terjadi lantaran Fredrik Adhar menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Dalam tuntutannya jaksa Fredrik Adhar meminta agar dua terdakwa penyerang Novel Baswedan, yakni Rahmat Kadir dan Ronny Bugis dijatuhi hukuman 1 tahun penjara.

Pascatuntutan yang dibacakan banyak kalangan, termasuk Novel Baswedan menilai tuntutan kepada dua pelaku penyerangan itu amat ringan.

Alasan Keringanan Hukuman Rahmat Kadir & Ronny Bugis: Terdakwa Sudah Minta Maaf ke Novel Baswedan

Bahkan tuntutan 1 tahun ini memancing amarah publik sekaligus membuat awam mempertanyakan komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pemberantasan korupsi.

Tak dalam dari tuntutan tersebut tak seikit publik mencari tahun sosok Fredrik Adhar.

Mereka ikut mencari rekam jejak jaksa yang kini bertugas di Kejaksaan Negeri Jakarta Utara itu.

Bahkan akun Instagram Fredrik Adhar ikut diserbu komentar netizen yang sebagian besar isinya hujatan.

Berikut rekam jejak dan profil Fredrik Adhar, JPU di kasus Novel Baswedan sebagaimana dirangkum dari Tribunnews.com:

1. Profil atau Biodata Fredrik Adhar

Dikutip dari Warta Kota, Fredrik Adhar lahir pada 28 September 1982.

Dengan demikian saat ini Fredrik Adhar masih berusia 37 tahun.

Hal ini terungkap lewat Nomor Induk Pegawai (NIP) yang dimiliki Fredrik Adhar.

Diketahui Fredrik Adhar memiliki NIP 198209282008121001.

Selain bisa mengungkap tanggal lahir dari NIP juga dapat diketahui kapan Fredrik Adhar sebagai CPNS.

Rupanya Fredrik Adhar diangkat sebagai CPNS Kejaksaan RI pada Desember 2008.

2. Rekam Jejak Fredrik Adhar

Masih dari Warta Kota butuh waktu 5-6 tahun bagi Fredrik Adhar untuk diangkat sebagai jaksa.

Hal ini terungkap dalam dokumen berjudul DAFTAR PESERTA SELEKSI CALON PESERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEMBENTUKAN JAKSA KEJAKSAAN RI TAHUN ANGGARAN 2013 YANG DINYATAKAN LULUS TAHAP I (AKADEMIK) tertanggal 1 April 2013 dengan nomor B-.247 /c.4/cp.2/04/2013.

Dokumen itu berisi para peserta yang lulus tahap 1 seleksi Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ).

Dalam dokumen itu Fedrik Adhar berada di urutan 41 yang diurutkan berdasarkan abjad nama.

Diketahui Fedrik Adhar adalah PNS golongan IIIA dengan jabatan penyiap bahan administrasi penanganan perkara pada Kejari Palembang pada 2013 lalu.

Diketahui pula Fedrik Adhar baru mengikuti PPPJ pada 2013.

Artinya apabila lolos tes dan mengikuti PPPJ pada 2013, maka Fedrik Adhar akan mengikuti PPPJ selama 6 bulan.

Sehingga seharusnya antara akhir 2013 atau awal 2014, Fedrik Adhar sudah dilantik menjadi jaksa.

Dari dokumen lain yaitu dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaran Negara (LHKPN) yang diunggah KPK, Fedrik Adhar pernah bertugas sebagai jaksa di Kejaksaan Negeri Muara Enim, Sumatera Selatan.

3. Pangkat Fredrik Adhar

Catatan lain yang terungkap dari rekam jejak Fedrik Adhar adalah pangkat sebagai jaksa.

Masih dari Warta Kota, dari sejumlah foto yang beredar, dapat diketahui tampaknya Fedrik Adhar tidak memulai karier CPNS-nya dari golongan IIIA.

Sebab ada foto Fedrik Adhar mengenakan seragam Kejaksaan RI dengan mengenakan pangkat 3 Bordir Balok Kuning.

Tanda pangkat itu merupakan tanda pangkat untuk golongan IIC dengan nama Madya Darma/Pengatur.

Jika disandingkan dengan kepangkatan di TNI atau kepolisian, ini setara dengan pangkat Ajun Komisars Polisi (AKP di kepolisian), dan Kapten (TNI).

Sementara pada foto lainnya, Fedrik Adhar pernah memakai seragam dengan mengenakan pangkat 3 bordir kuning melati.

Hal ini menandakan Fedrik Adhar berpangkat Jaksa Pratama/Madya Wira/Penata dengan golongan adalah III-C.

4. Harta Kekayaan Fredrik Adhar Capai Rp 5,8 Miliar

Sama seperti pejabat negara lainnya Fredrik Adhar juga wajib menyetorkan dokumen LHKPN kepada KPK setiap tahun.

Sayangnya selama 5-6 tahun menjadi jaksa, Fredrik Adhar baru melaporkan harta kekayaannya sebanyak dua kali.

Pertama saat menjabat sebagai jaksa di Kejaksaan Muara Enim dan yang kedua saat menjadi jaksa di Kejaksaan Jakarta Utara.

Dalam LHKPN yang diunggah di situs elhkpn.kpk.go.id, Fredrik Adhar diketahui memiliki harta kekayaan Rp 5.820.000.000 per 31 Desember 2018.

Angka ini naik sekira Rp 5 miliar dari laporan harta sebelumnya yang disampaikan Fredrik Adhar pada 1 Agustus 2014.

Walau hanya memiliki dua tanah dan bangunan tapi aset ini menyumbang separuh harta kekayaan Fredrik Adhar, yaitu Rp 2.550.000.000.

Sementara aset lain yang juga menyumbang harta kekayaan Fredrik Adhar adalah harta bergerak lainnya, senilai Rp 2,5 miliar.

Aset ini bisa berupa perkebunan, perkebunan, dan perikanan.

Di LHKPN tahun 2014, Fredrik Adhar tercatat memiliki 10 hektare kebun lada, 14 hektare kebun kopi, 10 hektare kebun cokelat dan perikanan yang semuanya berasal dari warisan serta hibah.

Selain itu Fredrik Adhar memiliki utang senilai Rp 198 juta sehingga mengurangi jumlah asetnya.

Berikut daftar harta kekayaan yang dimiliki Fredrik Adhar per 31 Desember 2018:

Tanah dan Bangunan Rp 2.550.000.000

1. Bangunan Seluas 0 m2 di OKU TIMUR, WARISAN Rp 2.500.000.000

2. Bangunan Seluas 0 m2 di KOTA PALEMBANG, HASIL SENDIRI Rp 50.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp 337.000.000

1. MOBIL, HONDA CIVIC SEDAN Tahun 2006, HASIL SENDIRI Rp 185.000.000

2. MOBIL, HONDA JAZZ MINIBUS Tahun 2006, HASIL SENDIRI Rp 130.000.000

3. MOTOR, HONDA VARIO SEPEDA MOTOR Tahun 2013, HASIL SENDIRI Rp 12.000.000

4. MOBIL, LEXUS SEDAN Tahun 2005, HASIL SENDIRI Rp 5.000.000

5. MOBIL, FORTUNER SUV Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp 5.000.000

Harta Bergerak Lainnya Rp 2.500.000.000

SURAT BERHARGA Rp ----

KAS DAN SETARA KAS Rp 61.000.000

HARTA LAINNYA Rp 570.000.000

Sub Total Rp 6.018.000.000

HUTANG Rp 198.000.000

TOTAL HARTA KEKAYAAN Rp 5.820.000.000

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul BREAKING NEWS, Fedrik Adhar Jaksa Kasus Novel Baswedan Meninggal Dunia dan di Tribunnews.com dengan judul Rekam Jejak Fredrik Adhar, Jaksa Kasus Novel Baswedan, Punya Harta Rp 5,8 M, Akun IG Diserbu Netter serta Fedrik Adhar Pakai Ventilator, Jaksa Penuntut Umum Meninggal karena Corona?

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved