Minggu, 19 April 2026

Kado HUT RI Ke-75 dari Pertamina Bikin Presiden Jokowi Senang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat kado dari Pertamina menjelang HUT Ke-74 Kemerdekaan RI pada Senin, 17 Agustus 2020.

|
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo pada momen jumpa pers usai upacara pelantikan presiden dan wakil presiden 2019-2024 setibanya di Istana Merdeka Jakarta, Minggu (20/10/2019). 

Kado HUT RI Ke-75 dari Pertamina Bikin Presiden Jokowi Senang

TRIBUNBATAM.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat kado dari Pertamina menjelang HUT Ke-74 Kemerdekaan RI pada Senin, 17 Agustus 2020.

Perusahaan pelat merah itu berhasil melakukan uji coba produksi Green Diesel D100 sebesar 1.000 barel per hari  di Kilang Dumai, Riau pada Juli lalu.

Produksi D100 menggunakan bahan baku 100 persen minyak sawit.

Jokowi mengapresiasi Pertamina yang ekerja sama dengan para peneliti ITB untuk memproduksi katalis merah putih sebagai komponen utama dalam pembuatan D100, yang akan menyerap minimal 1 juta ton sawit produksi petani per harinya.

Pertamina Bandel, Jokowi Teriak-teriak Tapi Gak Ditanggapi, Ahok: Tak Ada Kilang Minyak yang Jadi

Wacana Pertamina Menghapus BBM Premium Saat Pandemi Dinilai akan Menambah Beban Masyarakat

Presiden dalam pidato kenegaraan pada Jumat 15 Agustus 2020 menyatakan, bahwa upaya besar telah dan sedang dilakukan dalam membangun kemandirian energi.

"Tahun 2019, kita sudah berhasil memproduksi B20, dan tahun ini (2020) sudah mulai B30, sehingga  bisa menekan impor minyak," ujar Presiden dalam pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

"Hilirisasi bahan mentah yang lain juga terus dilakukan secara besar-besaran.

Batubara diolah menjadi metanol dan gas dan beberapa kilang dibangun untuk mengolah minyak mentah menjadi minyak jadi, dan sekaligus menjadi penggerak industri petrokimia yang memasok produk industri hilir bernilai tambah tinggi," imbuhnya.

Menurut Presiden,  hal ini akan memperbaiki defisit transaksi berjalan, meningkatkan peluang lapangan kerja dan mulai mengurangi dominasi energi fosil.

Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengatakan Indonesia punya semua apa yang diperlukan, tinggal kemudian bagaimana kita secara smart mengolah sumber daya ini menjadi energi yang bisa menciptakan kemandirian dan kedaulatan energi nasional.

Menurut Nicke,  bahan bakar ramah lingkungan D100 menjadi ikhtiar Pertamina mewujudkan Nawacita yakni mengoptimalkan sumber daya dalam negeri untuk membangun ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional.

JK Ungkap Alasan Pertamina Tak Turunkan Harga BBM Meski Harga Minyak Dunia Anjlok

Nicke menambahkan, Green Diesel D100 memanfaatkan sumber daya minyak sawit yang melimpah di dalam negeri sebagai bahan baku utamanya, sehingga bahan bakar tersebut memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang sangat tinggi.

"Dengan demikian, produksi D100 ini sekaligus juga akan menekan defisit impor bahan bakar minyak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Nicke, dalam siaran pers, akhir pekan lalu.

Uji coba produksi Green Diesel di Kilang Dumai sendiri, imbuh Nicke, sudah dimulai sejak 2014 dengan melakukan injeksi minyak sawit jenis Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil (RBDPO) secara bertahap.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved