Publik Internasional Bertanya-tanya Kasus Ahok, Komnas HAM: Seolah-olah Kita Begitu Kelam
Kasus penodaan agama yang mengantarkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke penjara ternyata jadi perbincangan publik di luar negeri
Taufan menyebut kasus penodaan agama di Jawa dan Sumatera jika dilakukan mayoritas maka akan selamat dari sebuah delik.
Namun jika yang melakukan adalah minoritas dia akan terkena delik penodaan agama.
Sebaliknya di NTT kalau penodaan agama dilakukan oleh mayoritas dia akan mengalami nasib yang sama seperti minoritas di Jawa dan Sumatera.
Oleh karena itu Komnas HAM menyarankan agar dilakukan kajian ulang terhadap semua regulasi yang berpotensi mengganggu hubungan sosial dan kemerdekaan individu agar tercipta suasana demokrasi.
"Kita tidak mampu merumuskan apa sebenarnya problem kita.
Kita punya berbagai regulasi yang sebetulnya banyak menimbulkan masalah," kata Taufan.
• BREAKING NEWS- Fredrik Adhar, Jaksa yang Disororot Dalam Kasus Novel Baswedan & Ahok Meninggal Dunia
"Kalau dibiarkan terus, distrust sosial semakin tinggi.
Terkadang para ahli atau penegak hukum tidak menyadari.
Apa yang kita sebut sebagai bangsa mengalami kelunturan dalam hubungan-hubungan akrab dengan sesama anak bangsa" tutur dia.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Komnas HAM: Kasus Ahok Itu Luar Biasa, di Internasional Orang Bertanya-tanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/22-07-2019-basuki-tjahaja-purnama-atau-ahok.jpg)