WISATA BATAM
Agar Wisatawan Nyaman Datang ke Pulau Putri Batam, Pemuda Nongsa Gelar Aksi Ini
Salah satu destinasi wisata populer di Batam, Kepulauan Riau adalah Pulau Putri. Pemuda sekitar menggelar aksi bersih-bersih di sekitar pulau ini.
Editor: Putri Larasati Anggiawan
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Salah satu destinasi wisata populer di Batam, Kepulauan Riau adalah Pulau Putri.
Pulau Putri terletak di Kecamatan Nongsa, Kota Batam.
Baru-baru ini, Pemuda Nongsa Pantai, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam menggelar aksi bersih-bersih di tempat wisata Pulau Putri.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Sambau yang juga perwakilan pemuda di sana, Raja Agus Maulana mengatakan, kegiatan bersih-bersih di depan Kampung Nongsa Pantai itu atas dasar inisiasi pemuda setempat.
Raja mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian pemuda terhadap tempat yang selama ini dijadikan destinasi wisata.
"Pembersihan di Pulau Putri ini untuk membuat rasa nyaman kepada wisatawan yang datang ke tempat ini," ujar Raja pada Kamis (20/8/2020).
• DAFTAR 3 Tuntutan FSPMI dan GKDO saat Demo Tolak Omnibus Law di Batam
Di tengah pandemi Covid-19, jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Putri menjadi berkurang.
Rata-rata masih dari wisatawan lokal.
Sepinya wisatawan yang datang, dimanfaatkan kelompok pemuda setempat melakukan bersih-bersih di sana.
"Kesempatan ini kami gunakan untuk membersihkan Pulau Putri," ujarnya.
Kadisbudpar Minta Masyarakat Sama-Sama Jaga Pulau Putri, Buang Sampah Jangan Sembarangan
Pulau terdepan Batam, Pulau Puteri di Kecamatan Nongsa diisi pemandangan sampah di sepanjang bibir pantai, beredar di media sosial.
Tak hanya sampah berupa kayu, kebanyakan dari sampah itu berbahan plastik seperti botol bekas minuman, steorofoam dan lainnya, yang sifatnya tak mudah terurai.
Banyak warganet yang menyangkan hal ini terjadi.
Apalagi Pulau Putri termasuk pulau yang kerap dikunjungi wisatawan, baik dari lokal maupun mancanegara.
Malah di sana sudah dipasang ikon bertuliskan Wonderful Indonesia.
Ajakan untuk membersihkan lokasi wisata itu dari bekas-bekas sampah juga muncul di kolom komentar.
"Dari sekitar 470an komentator di sini bagaimana kalau ramai-ramai datang ke pantai itu dan gotong-royong membersihkan sampahnya. Yakin deh langsung cling itu pantai kemudian dibuatlah plang tulisan "Buang sampah sembarangan denda pungutin sampah sepanjang pantai," tulis Evi Yulia Purwana II di kolom komentar, Senin (8/7).
Menanggapi informasi banyak sampah di Pulau Putri, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata mengajak masyarakat terutama pengunjung pulau, untuk bisa menjaga kebersihan pantai dan pulau.
Jangan membuang sampah di lokasi wisata.
"Ayo kita jaga, jangan buang sampah sembarangan," kata Ardi.
Hal ini juga berkaitan dengan sapta pesona pariwisata.
Setelah keamanan, ketertiban, wisatawan juga butuh bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan.
Dikatakan, dari pemerintah--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam sudah menyiapkan bak-bak sampah di lokasi.
"Kita minta mari kita sama-sama menjaga, buanglah sampah ke tempatnya," ujarnya.
Terkait penanganan sampah di laut, khususnya di lokasi wisata, Ardi mengatakan, dari pihaknya akan mengusulkan untuk pengadaan mobil pembersih sampah pantai, melalui dana alokasi khusus.
Dikatakan, biasanya untuk sampah di laut merupakan sampah buangan, bisa dari tempat lain.
Ditambah lagi faktor pasang surut air laut, itu juga berpengaruh.
Camat Nongsa, Heriyanto yang dikonfirmasi wartawan, akan segera turun ke lokasi Pulau Putri. Ia sudah mendapat kabar dari masyarakat soal banyaknya sampah itu.
"Kita akan turun bersama tim dari kelurahan," kata Heriyanto.
Wali Kota Batam Rudi Sulap Pulau Putri Jadi Kawasan Wisata. Ini yang Dibangun
Pulau Putri di Nongsa, Batam, akan disiapkan menjadi salah satu andalan pariwisata di Kota Batam.
Tidak hanya untuk wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara.
Hal itu disampaikan Wali Kota Batam, Rudi, Jumat (3/11/2017).
Bahkan, orang nomor satu di Pemerintah Kota Batam itu mengaku sudah punya konsep, akan dijadikan seperti apa pulau terdepan yang langsung berbatasan dengan negara jiran tersebut.
Ada jalan aspal yang melingkari pulau itu lengkap dengan fasilitas pendukung wisata lainnya.
"Pulau Putri itu kalau sudah jadi pembangunannya, bisa untuk tujuan wisata internasional. Nanti di situ akan kita bikin cantik," kata Rudi di Gedung Pemko Batam.
Saat ini di lokasi Pulau Putri sudah dipasang seperti pembatas--pemecah ombak yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV--Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Proyek itu sudah dimulai sejak tahun lalu.
Tahun ini akan dilanjutkan dengan penimbunan di area dalam, agar fisik Pulau Putri terlihat lebih nyata dan tidak terpengaruh lagi dengan kondisi pasang surut air laut.
"Pulau yang hampir hilang itu akan kita sempurnakan dia biar tak hilang," ujar dia.
BWS sudah meminta izin kepada Pemko Batam untuk melanjutkan proyek pengerjaan Pulau Putri berupa penimbunan di area dalam, belum lama
ini. Selain itu, mereka juga meminta Pemko Batam untuk meneruskan pembangunannya.
"Sebelum kita bangun, kita mau tahu dulu sampai dimana pengerjaan yang mereka lakukan," kata Rudi.
Pihaknya juga berencana menambah pasir sepanjang 20 meter di salah satu tempat di Nongsa, tak jauh dari Pulau Putri.
Pasir itu akan dibuat landai ke laut.
"Jadi nanti orang bisa main-main di pasir itu, kalau mau mandi tinggal ke lautnya," ujar dia.
Soal teknis pembangunan di Pulau Putri dan pengembangan infrastruktur di sekitarnya, Rudi mengaku masih harus merapatkannya dulu dengan tim.
Rudi belum mau memberi target kapan pengerjaan pembangunan di Pulau Putri akan dimulai.
(Tribunbatam.id/Alamudin)
• Tampang Oknum Pegawai Kemenhub Pembawa 3 Kg Sabu ke Batam, Beraksi Bersama Wanita Teman Tidur
• Weather Forecast by BMKG Station in Hang Nadim Batam, Wind Speed at 30 Km / Hour
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pulau-putri_20171103_233559.jpg)