Rabu, 6 Mei 2026

Megawati 'Curhat' Dicap PKI: Soekarno dan Pak Jokowi Dituduh Komunis

Cap komunis dan PKI (Partai Komunis Indonesia) yang dialamatkan sekelompok orang ke PDIP ternyata membuat kesal Megawati

Tayang:
(KOMPAS/YUNIADHI AGUNG)
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri 

Megawati 'Curhat' Dicap PKI: Soekarno dan Pak Jokowi Dituduh Komunis

TRIBUNBATAM.id - Cap komunis dan PKI (Partai Komunis Indonesia) yang dialamatkan sekelompok orang ke PDIP ternyata membuat kesal Megawati.

Dihadapan peserta Sekolah Calon Kepala Daerah PDIP angkatan ke-2, ia curhat tentang bagaimana PDIP yang selalu selalu dikait-kaitkan dengan komunis.

HARI Ini Presiden Jokowi Luncurkan Program Subsidi Gaji Rp 600.000, Ini Syarat Mendapatkannya

Tak hanya dia sebagai Ketua Umum PDIP, ayahnya, Presiden Soekarno juga dituduh sebagai komunis.

Ia mengatakan partainya berpijak pada ideologi Pancasila yang inspirasinya berasal dari Sang Proklamator.

PHK Massal di BATAM, Jadwal Mediasi Buruh dan Perusahaan Ngantre di Disnaker, Pekerja Minta Pesangon

"Malah Bung Karno pernah sementara waktu dibilang komunis, saya anaknya dibilang komunis, saya kalem saja.

Lho aneh kan," kata Megawati saat berpidato dalam pembukaan Sekolah Calon Kepala Daerah PDIP angkatan ke-2, Rabu (26/8/2020).

Tak hanya itu, Megawati mengatakan, Presiden Joko Widodo yang juga kader PDIP beberapa kali dituduh sebagai komunis.

Massa aksi PA 212 membakar bendera PKI dan PDIP di depan Gedung DPR, Rabu (24/6/2020)
Massa aksi PA 212 membakar bendera PKI dan PDIP di depan Gedung DPR, Rabu (24/6/2020) (ISTIMEWA)

"Orang yang enggak senang selalu bilang saya ini PKI.

Pak Jokowi dibilang PKI.

Nalarnya itu ke mana?" ujarnya.

Tim Baintelkam Polri Turun ke Batam, Gudang Penimbun Sembako Ilegal Sudah 1 Tahun Beroperasi

Megawati mengatakan, persoalan ideologi seharusnya sudah final sejak ia duduk beberapa kali sebagai anggota DPR, wakil presiden hingga menjadi Presiden Ke-5 RI.

"Jadi entengnya yang screening saya itu dong yang PKI, karena dia yang meloloskan, bukan saya minta.

Kedua, kok saya bisa jadi wapres?

Gak Ada Kapok, Upaya Jemput Paksa Jenazah COVID19 Batam Terulang, RSBK, RSBP Kini RS Embung Fatimah

Setelah jadi wapres, kok saya bisa jadi presiden," tuturnya.

Lebih lanjut, Megawati mengatakan, sebagai Presiden Ke-5 RI, ia juga memiliki bintang tanda pangkat khusus.

"Jadi ngomong itu hati-hati.

Mulut itu pikiran Anda.

Bayangkan.

Pak Jokowi dipaksa harus mundur.

Massa mendatangi kantor LBH Jakarta untuk memprotes acara yang disebut berbau komunis, Minggu (17/9/2017)
Massa mendatangi kantor LBH Jakarta untuk memprotes acara yang disebut berbau komunis, Minggu (17/9/2017) (Kompas.com/Robertus Belarminus)

Lho saya sampai mikir, siapa yang milih dia (Jokowi) terus ada orang bilang suruh mundur," kata Megawati.

"Padahal mekanismenya sangat jelas presiden itu dipilih oleh rakyat.

Itu gambaran pelajaran politik," pungkasnya.

CORONA Menggila di BATAM, Kasus Baru COVID19 Bermunculan, 19 Orang Baru Terjangkit Wabah asal CHINA

Tak Terima Disebut Komunis

Pernyataan serupa sebenarnya telah disampaikan Megawati pada beberapa momen.

Ia kerap tak terima partainya disebut komunis.

Bahkan tak cuma partainya, menurut Mega, Presiden pertama RI Soekarno hingga Presiden Joko Widodo sering dicap penganut komunis.

CEK REKENINGMU Subsidi Gaji Pekerja Rp 600.000 Cair Hari Ini, Peluncuran oleh Presiden Jokowi

Hal itu disampaikan Megawati dalam pidato pengumuman pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang diusung PDI Perjuangan di Kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (7/1/2018).

"Saya bilang ke kalangan NU, ayah saya dibilang PKI.

Padahal, sampai sekarang Bung Karno diberikan gelar oleh NU sebagai Waliyul 'Amri Dharuriy bi al- Syawkah, yaitu pemimpin Bangsa Indonesia yang wajib dipatuhi perintahnya.

Ya, tolong juga dibersihkan, enak saja yang bilang PKI," kata Megawati.

Megawati menegaskan bahwa partainya menganut ideologi Pancasila.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (dua kanan) saat melantik Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri), Ketua DPP PDIP bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo (dua kiri), Ketua DPP PDIP bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani (kanan) dan sejumlah pengurus DPP PDIP lainnya saat penutupan Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (10/8/2019). Agenda Kongres V PDI Perjuangan yang bertema Solid Bergerak untuk Indonesia Raya telah ditutup secara resmi pada hari ini. Megawati selaku ketua umum terpilih secara khusus menugaskan Prananda Prabowo sebagai Ketua Pusat Analisa dan dan Pengendali Situasi Partai untuk memastikan hasil kongres V PDIP dijalankan dengan baik
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (dua kanan) saat melantik Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri), Ketua DPP PDIP bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo (dua kiri), Ketua DPP PDIP bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani (kanan) dan sejumlah pengurus DPP PDIP lainnya saat penutupan Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (10/8/2019). Agenda Kongres V PDI Perjuangan yang bertema Solid Bergerak untuk Indonesia Raya telah ditutup secara resmi pada hari ini. Megawati selaku ketua umum terpilih secara khusus menugaskan Prananda Prabowo sebagai Ketua Pusat Analisa dan dan Pengendali Situasi Partai untuk memastikan hasil kongres V PDIP dijalankan dengan baik (TRIBUN/HO)

Ia tidak terima ketika jerih payahnya membangun sebuah partai dirusak oleh segelintir orang yang ingin menjatuhkan citra partainya.

Menurut dia tuduhan PDIP sebagai partai komunis adalah sebuah pencemaran dan penghinaan yang pelakunya wajib diberikan sanksi hukum.

"Kasian loh Jokowi yang jadi karena PDIP, dibilang PKI, katanya orangtuanya China.

Loh, saya kenal dengan ibunya, piye toh?" Kata Mega.

Menurut Mega, isu komunis selalu digunakan para pesaing politik untuk menjatuhkan citra PDIP di mata publik.

Cara-cara yang sama selalu terjadi menjelang dan saat dilakukannya pemilihan umum.

Ledakan Dahsyat Lebanon Bisa Terjadi di KEPRI, Ratusan Ton Amonium Nitrat Tenggelamkan KARIMUN BESAR

Mega meminta kadernya untuk berani dan bertindak tegas apabila difitnah sebagai partai komunis.

"PKI sudah enggak ada.

Jelas namanya saja beda dengan PDIP.

Beretikalah.

Kalau mau tempur dan fight, ya ayo.

Tapi jantan, jangan cengeng," kata Mega.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Respons Megawati saat Bung Karno, Jokowi hingga PDI-P Dituduh Komunis dan Megawati: Saya, Soekarno dan Pak Jokowi Dibilang Komunis, di Mana Nalarnya?

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved