Breaking News:

WHO; Virus Corona Belum Berakhir, Negara Tidak Boleh Berpura-pura

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa, tidak ada negara yang bisa berpura-pura memungkiri bahwa wabah virus corona ...

TribunMataram Kolase/ (SALVATORE DI NOLFI)
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global EPA-EFE/SALVATORE DI NOLFI 

Editor: Lia Sisvita Dinatri

TRIBUNBATAM.id, GENEVA -  Tedros Adhanom Ghebreyesus, selaku Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) menekankan bahwa, tidak ada negara yang bisa berpura-pura memungkiri bahwa wabah virus corona seolah-olah telah berakhir. 

Tedros mengungkapkan pemahamannya terkait rasa frustrasi yang semakin meningkat karena orang-orang harus selalu berurusan dengan pembatasan selama delapan bulan karena pandemi virus corona

“Kami memahami bahwa orang-orang lelah dan rindu untuk melanjutkan hidup mereka. Kami memahami bahwa negara ingin masyarakat dan ekonominya berjalan kembali,” kata Ghebreyesus di Jenewa, Swiss. 

Tedros menekankan bahwa WHO mendukung upaya penuh negara untuk membuka kembali perekonomian dan kehidupan masyarakatnya sebagaimana dilansir dari The Guardian, Selasa (1/9/2020).  

“Tetapi kami ingin melihat (pembukaan) dilakukan dengan aman,” sambung Ghebreyesus. 

Ia menambahkan, jika negara- negara di seluruh dunia ingin membuka diri, mereka juga harus serius menekan penyebaran virus dan menyelamatkan nyawa rakyatnya. 

Baginya, membuka diri tanpa memiliki kendali adalah resep dari datangnya bencana. 

Tedros juga mempermasalahkan pendapat yang disuarakan oleh beberapa orang bahwa angka kematian yang tinggi tidak terlalu menjadi perhatian kalau mereka adalah lansia. 

Mulai 7 September, Malaysia Larang Masuk WNI Pemegang Visa Jangka Panjang

“Menerima seseorang yang mati karena usia adalah kebangkrutan moral tertinggi, dan kita tidak boleh membiarkan masyarakat kita berperilaku seperti ini,” sambung dia. 

Saat ditanya terkait aksi demo yang menentang pembatasan karena Covid-19, Ghebreyesus mendesak pemerintah untuk berdialog dengan para demonstran. 

Di sisi lain, WHO juga menekankan kepada pengunjuk rasa bahwa mereka perlu memahami virus itu berbahaya. 

“Virus itu nyata. Ini berbahaya. Itu bergerak cepat dan membunuh," sambung Ghebreyesus. 

Berbicara tentang protes yang lebih luas, Kepala Kedaruratan WHO, Michael Ryan, menunjukkan bahwa epidemi dan keadaan darurat menciptakan emosi yang kuat.

Sehingga menjadi sulit bagi mereka untuk menerima penerapan tindakan dan peraturan.

“Hal terpenting yang harus dilakukan adalah melakukan dialog dengan kelompok itu,” kata Ryan. (*) 

Sumber: Kompas.com 

Bantuan Subsidi Gaji Tahap Dua Segera Disalurkan, untuk 3 Juta Pekerja

Kisah Polwan AKP Betty Novia, Pernah Bermimpi Jadi Presenter, Kini Kasubbag Humas Polresta Barelang

Korban Pembacokan di Batam Lega, Pelaku sudah Tertangkap, Korban dan Pelaku Saling Kenal

Resep Lumpia Basah Isi Sayur, Jajanan Tradisional dari China, Cocok untuk Pemula

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved