India dan China Kembali Bentrok di Perbatasan, Satu Tentara India Dikabarkan Tewas
Dilaporkan The Guardian pada Selasa (1/9/2020), kematian tentara itu tercatat sebagai korban tewas pertama dari dua insiden bentrok India-China dalam
TRIBUNBATAM.id - Pertikaian antara India dan China kembali terjadi, kali ini seorang tentara Khusus India meninggal dunia.
Seorang anggota pasukan khusus India dilaporkan tewas dalam pertikaian dengan tentara China di perbatasan Himalaya yang disengketakan.
Dilaporkan The Guardian pada Selasa (1/9/2020), kematian tentara itu tercatat sebagai korban tewas pertama dari dua insiden bentrok India-China dalam 48 jam terakhir di perbatasan Himalaya.
• Cerita Haru Pasutri Diusir Dari Kontrakan Karena Tak Sanggup Bayar, Kini Tinggal di Gerobak Sampah
• Tribun Podcast Batam: Merantau ke Batam, Ahmad Miswanto Kini Sukses Jadi Petani Taoge
• Cara Merawat Anthurium agar Terbebas dari Hama, Perhatikan Jenis Penyakitnya
Kejadian tersebut kembali meningkatkan ketegangan setelah bentrokan dua bulan lalu yang menewaskan sedikitnya 20 tentara India.
Tidak ada pihak yang mengumumkan korbannya, namun seorang anggota pemerintah Tibet di pengasingan, Namgyal Dolkar Lhagyari, mengatakan kepada pers bahwa seorang tentara India Tibet "tewas dalam bentrokan" pada malam tanggal 29 Agustus.
Menurut Namgyal, anggota lain dari Satuan Tugas Perbatasan Pasukan Khusus (SFF) - yang mencakup banyak orang keturunan Tibet - terluka dalam bentrokan itu.
Sebelumnya, Pemerintah India menuduh China kembali melakukan tindakan "provokatif" di perbatasan Himalaya yang tengah diperebutkan, dekat dengan lokasi bentrokan yang menewaskan 20 prajurit India dalam pertempuran dengan tentara China pada Juni lalu.
• Wanita Minta Tolong di Pinggir Jalan Sambil Pegang Perutnya yang Berlumuran Darah Usai Ditusuk Pria
• Zaskia Sungkar Menangis Dipelukan Irwansyah Setelah Lihat Hasil Program Bayi Tabungnya: Ya Allah
Kementerian Pertahanan India mengatakan insiden itu terjadi di Ladakh Timur pada Sabtu malam pekan lalu.
Disebutkan, tentara China "melakukan operasi militer yang provokatif untuk mengubah status quo" di daerah perbatasan pada malam 29 Agustus.
Kementerian Luar Negeri India mengatakan pada 1 September bahwa China telah memicu bentrokan terbaru "bahkan ketika komandan militer kedua belah pihak sedang mendiskusikan untuk mengurangi ketegangan".
Tentara Tiongkok mencoba untuk merebut puncak bukit di dekat Danau Pangong Tso (pada ketinggian 4.200 meter), yang diklaim India, menurut sumber militer, menurut sumber militer.
Kementerian Pertahanan India juga mengatakan bahwa tentara "memperkuat konsolidasi posisi dan memblokir niat sepihak China untuk mengubah medan perang".
Sementar aitu, militer China mengklaim bahwa tentara India "secara serius melanggar kedaulatan wilayah China" ketika mereka melewati LAC pada 31 Agustus dan memerintahkan tentara India untuk mundur.
The Global Times melaporkan pada 1 September bahwa Menteri Luar Negeri China Wang Yi menekankan bahwa Beijing berkomitmen untuk menjaga stabilitas di sepanjang perbatasan China-India dan tidak akan menjadi negara pertama yang memperumit situasi atau mendaki. tangga stres.
Batas antara China dan India belum diberi batas, jadi ada banyak perselisihan , menurut Wang. "China akan dengan tegas mempertahankan kedaulatan dan wilayahnya dan kami siap menyelesaikan semua masalah melalui dialog dengan India," tambah Menlu China.
• Omzet Turun hingga 50 Persen, Hotel di Batam Ini Minta Pemerintah Perhatikan Industri Pariwisata
• Zaskia Sungkar Menangis Dipelukan Irwansyah Setelah Lihat Hasil Program Bayi Tabungnya: Ya Allah
Kedua negara dengan populasi terbesar kedua di dunia itu telah menambah puluhan ribu tentara ke daerah perbatasan yang disengketakan sejak konflik kekerasan pada 15 Juni dengan tinju dan tongkat kayu dengan paku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/tentara-india-melakukan-konvoi-di-jalanan-srinagar-ladakh-di-gagangeer14141414.jpg)