Breaking News:

VIRUS CORONA DI INDONESIA

Vaksin Merah Putih Segera Diuji, Kemenristek: Kenapa Harus Impor Padahal Disini Ada

Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi ( Kemenristek) Ali Ghufron Mukti menyampaikan harapannya agar pengguna leb

Editor: Danang Setiawan
scmp
ILUSTRASI / Vaksin Merah Putih Segera Diuji, Kemenristek: Kenapa Harus Impor Padahal Disini Ada 

Editor Danang Setiawan

TRIBUNBATAM.id - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) akan segera menguji vaksin merah putih.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio berharap, vaksin Merah Putih dapat melalui tahap uji coba pada hewan dalam 2-3 bulan ke depan.

Pasalnya, perkembangan vaksin Merah Putih berasal dari isolat virus dari Indonesia.

Pengujian vaksin merah putih ini mendapat apresiasi dari Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang mendukung semua pihak yang melakukan riset serta inovasi penanggulangan Covid-19.

Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi ( Kemenristek) Ali Ghufron Mukti menyampaikan harapannya agar pengguna lebih banyak memanfaatkan hasil riset serta inovasi buatan dalam negeri.

Batas Waktu 11 September, Ini Persyaratan Dapat Subsidi Kouta bagi Mahasiswa dari Kemendikbud

Niat Puasa Senin Kamis dalam Tulisan Arab dan Latin, Memiliki Banyak Manfaat bagi Kesehatan

Jika hal tersebut dilakukan, terutama pada hasil riset dan inovasi di bidang kesehatan, Indonesia bisa mengurangi impor dan tidak bergantung dengan produk luar negeri.

"Kalau triple helix sudah jalan lalu ada kepastian jaminan bahwa kita bikin inovasi dan produk akan dibeli, maka kualitas dan harga akan semakin baik. Kenapa masih harus impor padahal di sini ada. Itu saya kira PR berikutnya,” imbuh Ghufron pada rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR, Senin (31/8/2020).

Dilansir dari situs resmi Kemenristek, triple helix merupakan istilah dari kerja sama yang dilakukan oleh pemerintah, akademisi atau perguruan tinggi, dan industri serta masyarakat.

Ke depannya, Ghufron menginginkan adanya komunikasi dan koordinasi agar terhindar dari konsep saling menyalahkan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved