NEWS WEBILOG TRIBUN BATAM
Susah Sinyal Ganggu Kuliah Daring, Ini Keluhan dan Saran Mahasiswa di Kepri
Ainun bilang, keterbatasan jaringan menjadikan mahasiswa sulit untuk memahami materi dan tugas yang diberikan
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pandemi virus Corona telah mengakibatkan bergesernya sejumlah aktivitas manusia. Salah satunya kegiatan pendidikan.
Semenjak mewabahnya Corona, aktivitas belajar dan mengajar dilakukan secara daring.
Perubahan perilaku tersebut tentu menjadi hambatan bagi peserta didik maupun pendidik. Salah satu hambatan terbesar ialah keterbatasan jaringan internet di beberapa daerah.
Kali ini, News Webilog Tribun Batam akan membahas mengenai keluhan jaringan selama belajar daring bersama dua mahasiswa dari almamater yang berbeda yaitu Ainul Mutaqhoro Mahasiswi Tarbiyah STAIN Sultan Abdurrahman Kepri dan Simeon Seneng Mahasiswa STIE Bentara Batam.
Salah satu kendala dalam proses pembelajaran secara daring yang cukup fenomenal ialah jaringan internet. Hal tersebut diakui oleh Ainun.
• Langsung Dikirim ke Nomor Ponsel, Ini Cara Dapat Kuota Gratis untuk Belajar Online dari Kemdikbud
• Susah Sinyal Selalu Jadi Masalah di Anambas, Begini Upaya Warga Agar Bisa Telepon Dengan Nyaman
"Kalau ada materi atau tugas cukup kesulitan. Bahkan teman saya kesulitan sekali untuk mencari sinyal yang mumpuni.
Apalagi teman-teman dari hinterland. Tentu mereka punya keterbatasan jaringan yang sering menghambat mereka untuk bisa mengkuti pembelajaran. Bahkan terlambat bergabung," ucapnya, Sabtu (5/9/2020).
Dikatakannya, keterbatasan jaringan menjadikan mahasiswa sulit untuk memahami materi dan tugas yang diberikan. Selain itu dinilai kurang efektif untuk menambah pengetahuan mahasiswa.
"Karena kalau daring, materi yang diberikan dosen lebih sedikit. Belum ada penjelasan, sudah ada tugas. Kita mencari jawaban serta memahami sendiri semuanya melalui internet.
Tentu walau kita hafalin, akan cepat lupa karena tidak langsung dijelaskan oleh dosen. Kurang nempel dan membekas," ucapnya.
Ia juga menilai bahwa belajar dari rumah menjadi kurang kondusif dibandingkan sebelumnya, karena terbagi dengan kegiatan selama di rumah.
"Mungkin kebanyakan orang menganggap bahwa di rumah kegiatan kita menjadi lebih berkurang dan banyak waktu senggang. Justru sebenarnya tidak.
Ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan kegiatan tersebut harus dibagi dengan kegiatan belajar daring. Belum lagi tugas yang banyak, waktu kita lebih banyak di dalam internet dan tentunya memakan kuota yang banyak juga," tuturnya.
Selain kegiatan belajar menjadi terhambat, pandemi juga menghambat kegiatan-kegiatan organisasi internal di kampus.
"Iven-iven banyak yang ditunda. Beberapa kegiatan UKM juga terpaksa diundur semenjak pandemi," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0509news-webilog.jpg)