Selasa, 5 Mei 2026

Pengakuan Sukarelawan Pasca Ledakan Beirut: Tak Ada Tanda-tanda Kehidupan di Bawah Reruntuhan

Mereka mengatakan, tak ada lagi harapan untuk menemukan penyintas yang masih hidup lebih dari sebulan pasca ledakan yang hancurkan Ibu Kota Lebanon.

Tayang:
AFP
Dua ledakan di daerah pelabuhan Beirut mengguncang ibukota Lebanon, sedikitnya 78 orang tewas dan ribuan lainnya cedera. 

Editor: Anne Maria

TRIBUNBATAM.id, BEIRUT- Ledakan hebat terjadi di Beirut beberapa waktu yang lalu.

Akibat ledakan tersebut, gedung-gedung di kota tersebut pun hancur dan tinggal puing-puing saja.

Petugas penyelamat pun menggali puing-puing gedung di Beirut di hari ketiga.

Mereka mengatakan, tak ada lagi harapan untuk menemukan penyintas yang masih hidup lebih dari sebulan pasca ledakan besar yang menghancurkan Ibu Kota Lebanon.

Mengutip Al Jazeera, sekira 50 petugas penyelamat dan sukarelawan, termasuk tim spesialis dari Chili telah bekerja selama tiga hari untuk menemukan sisa penyintas di bawah puing bangunan.

Pada Kamis pekan kemarin, petugas dikabarkan mendeteksi tanda-tanda kehidupan dan suhu panas menggunakan detektor dan anjing pelacak.

Baku Tembak di Beirut Lebanon, Remaja 13 Tahun Tewas Terkena Tembakan

Tak Mau Tragedi Ledakan Beirut Terjadi, 448 Ton Amonium Nitrat di Karimun Akan Dimusnahkan

Tentara berdiri di sekitar lokasi ledakan, sementara sebuah helikopter memadamkan api di lokasi terjadinya ledakan dahsyat di kawasan pelabuhan, di Kota Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020) waktu setempat. Dua ledakan besar terjadi di Kota Beirut menyebabkan puluhan orang meninggal, ratusan lainnya luka-luka, dan menimbulkan berbagai kerusakan pada bangunan di kawasan ledakan hingga radius puluhan kilometer. Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan pihak yang berwenang
Tentara berdiri di sekitar lokasi ledakan, sementara sebuah helikopter memadamkan api di lokasi terjadinya ledakan dahsyat di kawasan pelabuhan, di Kota Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020) waktu setempat. Dua ledakan besar terjadi di Kota Beirut menyebabkan puluhan orang meninggal, ratusan lainnya luka-luka, dan menimbulkan berbagai kerusakan pada bangunan di kawasan ledakan hingga radius puluhan kilometer. Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan pihak yang berwenang (AFP/STR)

"Secara teknis, tak ada tanda-tanda kehidupan di dalam gedung," ungkap Kepala Kelompok Sukarelawan Penyelamat Topos Chile, Francisco Lermanda, Sabtu malam (5/9/2020).

Dalam konferensi pers itu, Lermanda menambahkan, tim penyelamat telah menyisir 95 persen bangunan.

Tanda-tanda kehidupan yang  terekam oleh peralatan sensitif dalam dua hari terakhir hanyalah napas tim penyelamat yang sudah berada di dalam gedung.

Dia mengatakan, pihaknya akan fokus untuk membersihkan puing-puing dan menemukan sisa-sisa.

"Kami tidak pernah berhenti bahkan dengan harapan satu persen," kata Lermanda.

"Kami tidak pernah berhenti sampai pekerjaan selesai," tegasnya.

Ramalan Zodiak Besok Selasa 8 September 2020, Taurus Hindari Konfrontasi, Gemini Ingin Ganti Suasana

Ramalan Zodiak Hari Ini Senin 7 September 2020, Capricorn Ubah Perilakumu, Leo Konflik Keuangan

Menantikan Keajaiban

Lebih jauh, upaya penyelamatan telah mendominasi pemberitaan media lokal dan sosial selama berhari-hari, karena orang Lebanon sangat membutuhkan keajaiban.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved