Breaking News
Senin, 4 Mei 2026

PENGELOLAAN AIR BERSIH DI BATAM

Pertaruhkan Reputasi Perusahaan, PT Moya Indonesia Jamin Penyaluran Air Bersih di Batam Lancar

Pihak PT Moya Indonesia menyatakan akan menjalankan berbagai persiapan menjelang berakhirnya konsesi PT ATB

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Hening Sekar Utami
CEO PT Moya Indonesia, Mohammad Selim menyatakan, pihaknya akan menjamin bahwa kelancaran pelayanan air bersih di Batam akan tetap terjaga pada masa peralihan transisi dari ATB ke PT Moya Indonesia 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM - PT Moya Indonesia menjamin air akan terus mengalir di Batam tanpa kendala.

Itu disampaikan pihak Moya Indonesia setelah penandatanganan perjanjian bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam, Senin (14/9/2020) di Gedung BP Batam.

Diketahui, PT Moya Indonesia akan mulai mengoperasikan SPAM mulai 15 November 2020.

Pada masa transisi peralihan tanggungjawab pengelolaan air dari PT Adhya Tirta Batam (ATB) kepada PT Moya Indonesia nantinya, potensi macetnya pelayanan air bersih kemungkinan terjadi.

Namun, Chief Executive Officer PT Moya Indonesia, Mohammad Selim menyatakan, pihaknya akan menjamin bahwa kelancaran pelayanan air bersih akan tetap terjaga.

Pengelola Air Bersih di Batam Beralih ke PT Moya Indonesia, DPRD: Pelayanan Mesti Ditingkatkan

"Saya jamin, tanggal 15 November 2020 tidak akan terjadi hal-hal yang kita khawatirkan," ujar Selim.

Pihak PT Moya Indonesia menyatakan akan menjalankan berbagai persiapan menjelang berakhirnya konsesi PT ATB. Sebab, dalam melakukan pelayanan, PT Moya Indonesia juga mempertaruhkan reputasi perusahaannya yang telah mengelola komoditas yang sama di beberapa daerah di Indonesia.

"Kami sudah menyiapkan mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM), sistem, dan lain sebagainya," ujar Selim.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi sendiri menyebutkan, bahwa selama dua bulan lamanya menjelang pengakhiran konsesi dengan PT ATB, akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang perusahaan baru yang akan mengelola air bersih di Batam selama enam bulan ke depan.

"Nanti ada waktu dua bulan untuk sosialisasi tentang bagaimana pengelolaan SPAM ini," tambah Rudi.

Nilai Kontrak Capai Rp 600 M per Tahun

Anggota Bidang Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Syahril Japarin menyatakan, nilai kontrak antara BP Batam dan PT Moya Indonesia terkait pengelolaan air mencapai kisaran Rp 550 miliar hingga Rp 600 miliar per tahun.

Perhitungan nilai kontrak tersebut tergantung pada jumlah air yang terjual ke masyarakat. Jika PT Moya Indonesia hanya akan mengelola air selama enam bulan, maka nilainya sebesar Rp 250 miliar hingga Rp 300 miliar sampai akhir masa kontrak.

"Nilai kontrak tergantung pada jumlah air yang terjual per tahunnya. Kalau PT Moya hanya enam bulan, ya dibagi setengahnya," ujar Syahril, Senin (14/9/2020), setelah penandatanganan kerja sama transisi pengelolaan SPAM di Gedung BP Batam.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved