BATAM TERKINI
Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bisa Dicairkan, Warga Batam Mulai Padati Kantor Pos
Puluhan warga Batam, kembali mendatangi kantor Pos Indonesia di Batam Center untuk mencairkan dana BLT yang mulai dibagikan hari ini.
Editor : Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Puluhan warga Batam, kembali mendatangi kantor Pos Indonesia di Batam Center, Sabtu (19/9/2020) pagi.
Kedatangan warga di sana adalah untuk mengambil bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah.
Bantuan ini diluncurkan Menteri Sosial RI untuk membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19.
"Kami menerima Rp 600 ribu per bulan pak. Hari ini giliran kami. Tapi agak lama ya tadi harus antrian kata petugas," ujar warga Martini saat dijumpai di kantor Pos Indonesia.
Martini, satu dari antara puluhan warga yang menerima bantuan mengatakan, bantuan ini cukup membantu keluarganya.
Apalagi, kata dia, saat pandemi ekonomi terasa begitu sulit.
"Suami saya kerja di galangan kapal di Tanjungpuncang pak. Tapi sudah dirumahkan karena tidak ada order di perusahaan itu. Ya, BLT ini cukup membantu lah," ujarnya.
• KABAR BURUK 1,7 Juta Karyawan Berakhir Gagal Dapat BLT 600 Ribu Per Bulan, Data Dikembalikan
Selama ini, dia dan suaminya mengaku harus banting tulang untuk membesarkan tiga anak mereka yang masih kecil-kecil.
Anak pertama kelas dua SMP di salah satu SMP swasta di Batam, anak kedua kelas lima SD, dan anak ketiga masih TK.
"Pengeluaran per bulan begitu besar. Sementara pekerjaan tak ada. BLT ini digunakan untuk membeli paket pulsa selama anak belajar online saja sudah habis. Makanya pusing," keluh Martini.
Meski begitu, Martini selalu berdoa agar pandemi segera berakhir dan ekonomi Batam pulih kembali.
Hal yang sama dialami Mathias.
Mathias yang datang ke kantor pos itu begitu antuasias di barisan antrian.
Pagi itu dia menenteng sebuah kantong plastik hitam.
"Ini mantel Pak. Kebetulan motor saya motor besar nggak ada jok," kata Mathias.
Mathias juga menerima BLT.
Ia sebelumnya bekerja sebagai tenaga pengamanan di sebuah perusahaan di Nongsa.
Hanya saja, dia terkena dampak Covid-19.
Ia dirumahkan empat bulan lalu. Dia pun tak habis akal.
Saat ini, ia kerja sebagai tukang ojek pangkalan. Yang pendapatan sangat minim karena kalah dengan ojek aplikasi.
"SIM C saya sudah habis masa berlakunya pak. Motor saya motor lama. Jadi tak diterima saat saya buat pengajuan ke ojek aplikasi. Terpaksa di ojek pangkalan. Makanya saya bawa mantel ini. Cukup terbantu saya dengan BLT ini," kata dia.
Mathias juga harus banting tulang membesarkan lima anak-anaknya yang semuanya masih sekolah.
"Pusing bang. Pengeluaran mendesak, pendapatan minim sekali. Dulu istri saya kerja, sekarang tidak karena kena dampak Corona ini," ucapnya.
Pantauan wartawan, suasana di kantor Pos Indonesia Batam Center berjalan lancar. Terihat dua polisi di sana. Warga pun, menggunakan masker. Para pegawai sedang sibuk mengecek berkas warga. (Tribunbatam.id/Leo Halawa)