Kamis, 30 April 2026

Dapat Banyak Dukungan, Pemimpin Oposisi Malaysia Anwar Ibrahim Siap Gulingkan PM Muhyiddin Yassin

Banyak pihak yang meragukan kemampuan Anwar untuk menggalang dukungan untuk mengambil alih posisi PM Muhyiddin yang mengklaim dirinya masih berstatus.

Tayang:
AFP/MOHD RASFAN
Mahathir Mohamad (kanan) bersama tokoh politik Anwar Ibrahim (tengah) dan Menteri Dalam Negeri Muhyiddin Yassin pada 1 Juni 2018. 

"Konstitusi mengatakan kita harus mengikuti anggota parlemen mayoritas atau pembubaran parlemen", katanya. Dia mengungkapkan, apa yang dilakukan Anwar itu sudah sesuai dengan protokol karena dia tidak mengungkap secara detail sebelum pertemuan dengan raja. 

Pakar hukum konstitusi Lim Wei Jiet mengungkapkan, Anwar tidak melanggar konstitusi karena seorang politisi bisa mengumumkan kalau dia memiliki suara mayoritas di parlemen. 

CATAT! Perusahaan Obat Asal China SINOVAC Siap Distribusikan Vaksin Virus Corona mulai 2021

"Anwar tidak mengungkap hal detail kepada publik", katanya. Dia mengatakan Deputi Yang di-Pertuan Agung Sultan Nazrin Muizzuddin Shah bisa melihat masalah itu dengan detail. "Sevata Konstitusi Federal, Deputi Yang di-Pertuan Agung bisa menjalankan tugas raja sedang sakit atau tidak menjalankan tugas selama lebih dari 15 hari", katanya. 

Menurut pakar politik Universitas Sains Malaysia, Sivamurugan Pandian mengatakan, Anwar hanya boleh membuktikan kepada raja kalau dia memiliki mayoritas mutlak. 

“Ini dikarenakan, hanya raja yang memiliki hak prerogatif untuk menunjuk PM. Parlemen tidak memiliki kekuatan itu,” paparnya. 

Langkah berikutnya adalah pertemuan dengan raja dan semuanya tergantung dengan raja. "Apakah nanti raja akan meminta pembubaran parlemen atau penunjukkan PM baru", paparnya. 

Hal yang sama diungkapkan Oh Ei Sun, peneliti di Singapore Institute of International Affairs. Ia mengatakan, Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah memiliki dua pilihan, jika Anwar mampu membuktikan dukungan mayoritas, raja akan meminta kelompok mayoritas di parlemen membentuk pemerintahan baru. 

Hal ini juga berlaku kepada Muhyiddin. "Jika tidak mampu membuktikan, raja akan memberikan nasehat kepada Muhyiddin untuk membubarkan parlemen dan mengizinkan pemilu," kata Oh. 

Sementara, banyak pihak yang tetap meragukan kemampuan Anwar untuk menggalang dukungan untuk menggulingkan PM Muhyiddin yang mengklaim dirinya masih berstatus sebagai PM Malaysia

Keraguan itu sangat masuk akal karena Anwar memang politikus yang berambisi menjadi PM Malaysia dan terkenal dengan gaya gertaknya yang efektif. (*) 

Perusahaan Wajib Lakukan Swab Test, Pekerja Mukakuning Batam Positif Tambah 56 Orang

Mulai 3 Oktober Warga Singapura Diizinkan Resepsi Nikah, Akhir Oktober Sekolah Mulai Buka

Warga India di Bintan Positif Corona, Tambah 27 Kasus Baru, Total 170 Kasus Covid-19

Jokowi: The Pekanbaru-Dumai Toll Road Has Invited Investors

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved