Rabu, 22 April 2026

LIPUTAN KHUSUS

CERITA Tim Medis di RSKI Galang Batam, Rindu Keluarga Kami Sering Nangis

TRIBUNBATAM.id melihat langsung seluruh bangunan di RSKI, bertemu ratusan tim medis dan tenaga kesehatan serta ratusan pasien yang dirawat.

TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Tim Medis dan pasien berfoto bersama di RSKI Galang, Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Enam bulan sudah Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Covid-19 Pulau Galang beroperasi, kini menjadi andalan Kota Batam untuk merawat pasien Covid-19.

Padahal, awalnya disiapkan untuk karantina sementara pekerja migran Indonesia (PMI) yang dipulangkan ke Indonesia, sebelum dipulangkan ke daerah asal mereka.

Namun, seiring meningkat tajamnya jumlah pasien Covid Kota Batam dalam dua bulan terakhir, RSKI mendapat pasien paling banyak dibanding rumah sakit lainnya di Kota Batam.

Rumah sakit yang dibangun hanya dalam waktu sekitar satu bulan itu, hingga sudah merawat 3.124 pasien sejak diresmikan, 6 April 2020 lalu dan menerima pasien pertama pada 12 April 2020.

Hebatnya lagi, dari seluruh pasien yang dirawat, tidak ada yang meninggal dunia. Seluruhnya pulang dengan kondisi sembuh.

Tribun Batam mendapat kesempatan untuk melihat langsung kondisi pasien Covid-19 yang dirawat di RSKI yang terletak Pulau Galang, ujung Kota Batam itu.

Menggunakan APD medis lengkap, dua wartawan Tribun, Beres Lumbantobing dan Ronnye Lodo Laleng, melihat langsung seluruh bangunan di RSKI, bertemu dengan ratusan tim medis dan tenaga kesehatan serta ratusan pasien yang dirawat.

Seorang TKI Yang Dikarantina di Tanjunguncang Batam Positif Covid-19, Baru Pulang dari Singapura

Mereka langsung curhat. Antara sedih dan senang. Sedih, karena berpisah dengan keluarga.

Senang, karena seluruh tim medis dan pasien lain kini menjadi keluarga. Semuanya akrab meskipun dengan protokol kesehatan yang ketat.

Namun, rindu yang berat justru lebih banyak dirasakan oleh ratusan medis, perawat, bidan, dokter serta anggota TNI yang bertugas di RSKI.

Sebab, di antara mereka, ada yang belum pernah pulang sejak bertugas di RSKI.

Apa boleh buat, tugas kemanusiaan dan profesi, membuat mereka harus bertahan di wilayah yang sepi dan terpencil itu.

Bahkan momentum lebaran Idul Fitri belum lama ini juga dirayakan dengan hanya berdiam diri dalam kawasan RSKI Galang dan tidak boleh keluar.

"Berubah 180 derajat kebiasaan sehari-hari yang dahulu. Di sini semua teratur dan tertata. Mulai waktu kerja, istirahat dan semua kegiatan kita, teratur dan terjadwal ketat," ujar bidan Dahlia kepada Tribun saat ditemui di dalam gedung A ruang isolasi pasien confirmasi RSKI Galang, Sabtu (26/9/2020).

Rindu keluarga

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved