BATAM TERKINI
Hadapi Persaingan Pasar Global, Disperindag Bentuk DPD Asparindo Batam
Asparindo Batam akan dideklarasikan Selasa, 29 September 2020 dan nantinya akan mewadahi 38 pengelola pasar swasta dan tujuh pasar pemerintah.
Editor : Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam akhirnya secara resmi membentuk asosiasi pengelolah pasar Indonesia (Asparindo) kota Batam. Kini pengelola pasar sekota Batam telah memiliki wadah yang berbadan hukum.
Asparindo kota Batam sendiri terbentuk setelah mendapat arahan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Batam, agar pasar-pasar di kota Batam dapat ditata dan diawasi dengan baik.
Setelah melalui serangkaian diskusi, baik dengan pengelola pasar ataupun Asparindo pusat, Asparindo kota Batam akan dideklarasikan pada Selasa, 29 September 2020.
Asosiasi ini sudah lama disosialisasikan kepada seluruh pengelola dan pedagang pasar sehingga besar harapan semua yang terlibat dengan pasar bisa bergabung didalamnya.
Mewadahi 38 pengelola pasar swasta dan tujuh pasar pemerintah.
Ketua Asparindo kota Batam M Arifin menuturkan, deklarasi ini akan dilaksanakan di hotel Aviari, Batuaji mulai pukul 09.00 WIB dan rencananya akan dihadiri oleh Pjs Wali kota Batam Syamsul Bahrun dan Kepala BP Batam M Rudi.
• SELAMA Pandemi Covid-19, BPOM Kepri Juga Lakukan Pengawasan Lewat Daring, Sudah Tindak 4 Perkara
"Perannya Asparindo ini memang cukup besar. Banyak program yang akan kita buat demi kemajuan pasar, pedagang dan juga masyarakat sebagai konsumen," ujar M Arifin, Senin (28/9/2020).
Ia melanjutkan pembentukan asosiasi ini bertujuan untuk membina dan mengarahkan seluruh pengelola pasar dan pedagang yang ada agar satu arah.
Seperti mengatur harga jual barang kebutuhan pokok ataupun segala aktifitas pasar yang ada.
"Ditata dengan baik sehingga sama semua. Yang sepi kita ramaikan. Yang dagang dipinggir jalan kita arahkan ke lokasi pasar terdekat," tuturnya.
Selain itu Asosiasi ini juga diyakini membantu pemerintah daerah setempat. Bergerak sebagai mitra pemerintah, pasar dan pedagang yang tergabung didalamnya akan berjalan sesuai dengan aturan yang ada sehingga turut membantu pemerintah melalui retribusi yang ada.
"Harga pasar juga akan diawasi sehingga tidak terjadi perbedaan yang mencolok dari satu pasar dengan pasar yang lain. Pokoknya banyaklah manfaatnya," kata Arifin.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau melalui Kabid Pasar, Zulkarnain menyambut baik pembentukan asosiasi tersebut.
Di era digitalisasi 4G saat ini asosiasi memang diinginkan pemerintah sebab akan sejalan dengan program pasar sehat, bersih, aman dan tertib yang dicanangkan pemerintah.
"Semua aspirasi pengola pasar dan pedagang tertampung dalam asosiasi ini. Kita dengan mudah memantau ataupun memecahkan persoalan yang mereka hadapi", ujar Zulkarnain kepada Tribun Batam.
Pria yang akrab disapa Zul ini menambahkan inti dari pembentukan asosiasi ini untuk mengontrol aktifitas pasar. Terutama kesamaan harga jual barang. (Tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)