Asmara Berujung Maut, Satpam Perumahan Tewas Bersimbah Darah Usai Ditikam Mantan Suami Kekasihnya
Sebab ada dugaan korban menjalani hubungan asmara dengan salah seorang penghuni rumah di perumahan tersebut.
TRIBUNBATAM.id |SURABAYA - Seorang satpam perumahan tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka tusukan disekujur tubuhnya.
Diduga, korban ditikam karena masalah asmara.
Sebab ada dugaan korban menjalani hubungan asmara dengan salah seorang penghuni rumah di perumahan tersebut.
Satpam Berinisial S tersebut diduga dibunuh oleh pria berinisial Z yang merupakan mantan suami wanita yang dipacari oleh korban.
• Cai Changpang Terpidana Mati yang Kabur Dari Tahanan Belum Ditemukan, Pasukan Brimob Diterjunkan
• HUT ke-75 TNI di Karimun, Polisi Bawa Kue Tart ke Kantor Koramil dan Pos TMMD
• Pemko Batam Mulai Bentuk Tim Percepatan Vaksinasi Covid-19, Pejabat Bakal Terakhir Divaksin
Seorang satpam berinisial S diduga terjerat tali asmara dengan penghuni Perumahan Mentari, Surabaya.
S kemudian ditemuknan tewas dengan sejumlah luka tusukan.
Diduga, S dibunuh oleh pria berinisial Z yang merupakan mantan suami dari wanita yang dekat dengan S.
Dibunuh usai pulang kerja
Menurut Harum, Z menghadang S saat pulang bekerja di Perumahan Mentari, Selasa (29/9/2020), lebih kurang pukul 17.30 WIB.
Saat melihat korban melintas di jalan, Z segera menyerang dengan besi hingga membuat S terjatuh dari motor.
Setelah korban terjatuh, Z menyerangnya dengan menggunakan pisau secara membabi buta.
• Bek Manchester United Chris Smalling Pesan Penerbangan Pribadi Menuju Roma
• Sule Tak Pernah Dicemburui Mendiang Mantan Istri, Berbeda dari Nathalie Holscher: Perhatian
“Pelaku sudah merencanakan aksinya dengan matang, pisau dihunjamkan ke tangan kiri korban empat kali kanan satu kali,” imbuh Harum.
Usai menyerang S, pelaku yang merupakan warga Kejawan Putih Tambak VI, Kota Surabaya, kabur ke Madura dengan mengendarai Honda Revo Hitam bernopol S 2036 LE.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit
Usai diserang Z, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Haji, Sukolilo.