Si 'Otak Setan' Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Sempat Dipandang Sebelah Mata dan Biasa Saja

Mudah mencerna pelajaran di bangku sekolah membuat putra Sersan Mayor Bambang Sudarto, Hadi Tjahjanto familiar di kalangan teman-temannya

ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTO
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) diapit Kepala BIN Budi Gunawan (kiri) dan mantan Menko Polhukam Wiranto (kanan) beberapa waktu lalu 

Pada tanggal itulah TNI lahir.

Hadi Tjahjanto Calon Panglima TNI. Anak Tampannya Ternyata Ikuti Jejak Sang Ayah. Lihat Foto-fotonya

Tepatnya, pada 5 Oktober 1945, BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang merupakan cikal bakal lahirnya TNI.

Sebelum kemerdekaan, di Tanah Air ada pasukan bernama KINL atau Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger.

KNIL adalah tentara kerajaan Hindia-Belanda yang dibentuk ketika Perang Diponegoro.

KNIL memang tak langsung bertanggung jawab atas pembentukan angkatan bersenjata Indonesia pada masa depan.

Justru, KNIL berperan sebagai musuh selama Revolusi Nasional Indonesia 1945-1949.

Kendati demikian, KNIL telah memberikan andil berupa pelatihan militer dan infrastruktur untuk beberapa perwira TNI pada masa depan.

KNIL juga merekrut orang-orang pribumi di Tanah Air.

Sementara itu pada 1943, Jepang juga membentuk Pembela Tanah Air (PETA) untuk melawan tentara sekutu.

PETA pada awalnya dibentuk untuk menggalang dukungan lokal bagi kekaisaran Jepang.

Namun, dalam perjalanannya, PETA menjadi sumber daya Republik Indonesia selama Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949.

Selain itu berperan dalam pembentukan Tentara Keamanan Rakyat pada 1945.

Pada awal kemerdekaannya, Indonesia sempat tak mempunyai kesatuan tentara.

Pasalnya, Badan Keamanan Rakyat atau BKR, bukanlah tentara sebagai suatu organisasi kemiliteran.

BKR dibentuk dalam sidang PPKI pada 22 Agustus 1945.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved