TRIBUN WIKI
Stres hingga Insomnia, Pahami Penyebab Perut Buncit yang Jarang Disadari, Apa Saja?
Perut buncit disebabkan oleh adanya penumpukan lemak di area perut. Kondisi ini bisa disebut dengan obesitas sentral.
Editor: Widi Wahyuning Tyas
TRIBUNBATAM.id - Perut buncit menjadi satu hal yang cukup mengganggu.
Hal ini lantaran perut buncit sering kali mempengaruhi penampilan.
Bahkan tak sedikit dari kita yang merasa kurang percaya diri bila memiliki perut buncit.
Selain persoalan penampilan, perut buncit juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan.
• Tak Hanya Kecilkan Perut Buncit, Berikut Sederet Manfaat Plank untuk Kesehatan, Bisa Dicoba di Rumah
Penyebab
Perut buncit disebabkan oleh adanya penumpukan lemak di area perut.
Kondisi ini bisa disebut dengan obesitas sentral.
Bahkan, orang yang terlihat kurus pun juga bisa mengalami obesitas sentral.
Ada banyak hal yang bisa menyebabkan penimbunan lemak di area perut, seperti pola makan buruk dan gaya hidup pasif.
Selain itu, bertambahnya usia juga bisa membuat metabolisme tubuh menurun dan lemak total tubuh meningkat.
Secara rinci, berikut berbagai hal yang bisa memicu perut buncit:
1. Pola makan buruk
Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis, seperti kue, permen, dan soda bisa memicu kenaikan berat badan dan memperlambat metabolisme.
Kebiasaan tersebut juga bisa mengurangi kemampuan tubuh untuk membakar lemak.
Selain itu, mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan rendah protein juga bisa memicu penumpukan lemak, khususnya di area perut.
Terlalu banyak mengonsumsi lemak trans, seperti dalam makanan cepat saji atau makanan yang dipanggang juga bisa memicu penumpukan lemak tubuh.
• Inilah 5 Penyebab Perut Wanita Menjadi Buncit, Kurang Tidur Hingga Malas Gerak
2. Terlalu banyak konsumsi alkohol
Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit lever dan peradangan.
Riset 2015 yang terbit dalam jurnal Current Obesity juga menunjukkan minum alkohol berlebihan penambahan lemak, khususnya di area perut.
• Berhenti dari Kecanduan Alkohol Secara Tiba-tiba Bisa Sebakan Delirium Tremens, Apa Itu?
3. Kurang olahraga
Penambahan berat badan bisa terjadi saat kalori yang kita makan lebih besar daripada jumlah kalori yang kita bakar.
Rutin olahraga membantu tubuh membakar kalori secara maksimal.
Gaya hidup pasif hanya akan membuat tubuh sulit membakar lemak, terutama lemak di area perut.
• Jaga Metabolisme, Hindari Konsumsi 8 Makanan Ini Setelah Berolahraga, Apa Saja?
4. Stres
Ketika seseorang berada dalam situasi berbahaya atau stres tinggi, tubuh akan melepaskan kortisol yang berdampak pada metabolisme.
Selain itu, stres bisa memicu naiknya nafsu makan yang memicu penambahan lemak tubuh.
Jika dikombinasikan dengan peningkatan kortisol, penambahan lemak tersebut cenderung disimpan di area perut.
• WAJIB WASPADA! Ini 7 Tanda Stres yang Sering Diabaikan, Sebelum Telat saatnya Memperhatikan
5. Merokok
Peneliti menyakini merokok merupakan salah satu faktor risiko tingginya lemak perut.
Riset 2012 yang diterbitkan dalam jurnal PloS one menunjukkan perokok memiliki lebih banyak lemak perut dan viseral daripada mereka yang tidak merokok.
• Ini 7 Kebiasaan Setelah Makan yang Otomatis Bikin Gemuk, Merokok Hingga Makan Buah
6. Kurang tidur
Riset dalam Journal of Clinical Sleep Medicine membuktikan adanya kaitan antara penambahan berat badan dengan durasi tidur yang singkat.
Dalam riset tersebut, terbukti bahwa kurang tidur dapat menyebabkan kelebihan lemak perut.
Pasalnya, kurang tidur berpotensi menyebabkan perilaku makan yang tidak sehat, seperti makan secara emosional.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "6 Hal Pemicu Perut Buncit yang Tak Bisa Disepelekan".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ubah-gaya-hidup-demi-kecilkan-perut-buncit.jpg)