TRIBUN WIKI
Penyebab dan Cara Mengatasi Kudis, Hati-hati dengan Tungau
Scabies atau kudis adalah kondisi kulit gatal yang disebabkan oleh kutu kecil bernama Sarcoptes scabiei yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang
Sementara, bentuk scabies yang lebih parah disebut sebagai scabies berkrusta.
Scabies ini dapat memengaruhi kelompok berisiko tinggi tertentu, termasuk:
- Orang dengan kondisi kesehatan kronis yang melemahkan sistem kekebalan, seperti HIV atau leukemia kronis
- Orang yang sakit parah, seperti orang di rumah sakit atau fasilitas perawatan
- Orang tua di panti jompo
Scabies berkrusta ini juga dikenal sebagai scabies Norwegia.
Scabies Norwegia cenderung membuat kulit berkerak dan bersisik, serta memengaruhi area tubuh yang luas.
Scabies berkrusta sangat menular dan sulit diobati.
Biasanya, seseorang dengan kudis biasa memiliki sekitar 10 hingga 15 tungau.
Sedangkan, seseorang dengan scabies berkrusta mungkin penuh dengan jutaan tungau.
Merangkum WebMD, setelah dilakukan pemeriksaan dan dipastikan terkena penyakit scabies, sesorang bisa memanfaatkan obat oles pemusnah kutu sarcoptes scabiei.
Dokter mungkin akan mengajurkan untuk mengoleskan obat secara rutin pada kulit minimal seminggu sekali sampai sembuh, yakni segala kutu dab gatal yang timbul musnah.
Sementara, menjaga kebersihan adalah hal yang paling diperlukan untuk menghindari penyakit ini.
Cara memutuskan pertumbuhan kutu penyebab scabies antara lain bisa dilakukan dengan mencuci semua pakaian, handuk, seprei orang yang terkena scabies dengan air panas.
Sedangkan, tempat tidur dapat dijemur di bawah sinar matahari karena kutu ini akan mati dengan panas diatas 50 derajat Celsius.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Scabies atau Kudis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/scabiesssissss.jpg)