Kamis, 14 Mei 2026

Pentolan Buruh Batam Positif Covid-19, Daniel Sempat Turun Ikut Aksi di Batam

Kedua orang tersebut yakni Yakni Syaiful Badri Ketua DPD SPSI Propinsi Kepulauan Riau bersama Daniel dari DPC LEM SPSI Kota Batam.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Ian Sitanggang
Ribuan buruh dari beberapa serikat pekerja, berkumpul di depan halte Panbil, Muka Kuning Kota Batam, Provinsi Kepri, Rabu (2/10/2019). 

"Nanti orang kita latih dan dia akan melatih yang lainnya. Saya harap 1 orang kita latih, bisa membuat kelas baru dengan melatih 30 orang.

Setelah itu siapa yang jadi prioritas. Misalnya pertama tenaga medis, kedua orang yang penyakit bawaan.

Nah, yang tahu data punya penyakit bawaan ini ada di dokter recordnya," tuturnya.

Sementara itu untuk anggaran, pihaknya mengambil dari 4 sumber. Selain bersumber dari APBN, APBD Provinsi Kepri, APBD Kota Batam, dan BP Batam.

"Setahu saya Perpres juga mengatur biaya untuk vaksin," katanya.

Semua stakeholder saat ini masih sibuk dengan penanganan kasus Covid-19 yang jumlah pasiennya semakin meningkat.

Pjs Wali kota Batam, Syamsul Bahrum mengungkapkan salah satu tugasnya itu melandaikan kasus Covid dan meningkatkan kesembuhan.

Menurutnya penurunan kasus terjadi apabila sudah ada vaksin.

"Ternyata sudah ada keluar Peraturan Presiden Nomor 99 tahun 2020, pada 5 Oktober lalu saat HUT TNI," ujar Syamsul saat berada diruangannya, Kamis (8/10/2020) lalu.

Diakuinya peraturan tersebut mengatur tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19. Berarti PP ini wajib dilaksanakan setiap wilayah di Indonesia.

Lantas apa agenda kedepan terkait pelaksanaan vaksinasi ini? Pertama, Syamsul akan membuat 2 SK (Surat Keputusan) Wali kota atas dasar tingkat PP tersebut.

Pertama SK Walikota tentang pembentukan Sub Tim Gugus Tugas. Kedua pembentukan SK Walikota tentang pelaksanaan vaksinasi itu sendiri.

"Kami mencari dasar hukumnya dulu. Setelah itu kita akan mudah memasukkan kedalam APBD 2021. Kemudian kita bentuk timnya," ujar Syamsul.

Ia menyebutkan tim ini akan dipimpin langsung oleh Ketua Gugus Tugas dan penanggungjawab operasionalnya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri. Anggotanya seluruh rumah sakit, Puskesmas, Bapelkes, Posyandu dan lainnya.

Selain itu didukung oleh Dinas terkait. Seperti Camat, Diskominfo, Dinas Bagian Umum. Setelah itu, yang ketiga akan ada pembagian kerja setiap masing-masing tim.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved