Kamis, 14 Mei 2026

Pentolan Buruh Batam Positif Covid-19, Daniel Sempat Turun Ikut Aksi di Batam

Kedua orang tersebut yakni Yakni Syaiful Badri Ketua DPD SPSI Propinsi Kepulauan Riau bersama Daniel dari DPC LEM SPSI Kota Batam.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Ian Sitanggang
Ribuan buruh dari beberapa serikat pekerja, berkumpul di depan halte Panbil, Muka Kuning Kota Batam, Provinsi Kepri, Rabu (2/10/2019). 

TRIBUNBATAM.id |BATAM - Sempat turun ke jalan bersama sejumlah buruh lainya, dua pimpinan Buruh di Kepri dinyatakan reaktif dari hasil Test Rapid.

Kedua orang tersebut yakni Yakni Syaiful Badri Ketua DPD SPSI Propinsi Kepulauan Riau bersama Daniel dari DPC LEM SPSI Kota Batam.

Setelah sempat di karantina di RSKI Galang, akhirnya satu diantara mereka dinyatakan Positiv Covid-19.

Dia adalah Daniel DPC LEM SPSI Kota Batam.

Baca juga: Alumni 212 dan FPI Pastikan Turun ke Jalan, Selasa 12 Oktober 2020 Untuk Tolak UU Cipta Kerja

Baca juga: Tujuh Poin Kelompok Cipayung Plus Kepri, Tolak UU Cipta Kerja Bentukan DPR RI

Hal itu dibenarkan oleh Didi Kusmarjadi Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, saat dikonfirmasi, Senin (12/10/20) malam.

Didi mengungkapkan, bahwa satu diantara dua pimpinan buruh yang ikut memimpin demo penolakan pengesahan undang-undang Cipta Kerja di Dompak beberapa hari yang lalu dinyatakan positif Covid-19.

“Satu positif, Daniel,” ungkap Didi melalui pesan whatsAppnya.

Baca juga: Demo Tolak UU Cipta Kerja Memanas Jelang Setahun Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin, TNI-Polri Siaga

Selain itu, Daniel juga sudah dirawat di RSKI Galang. 

Sementara itu Syaiful sudah kembali pulang karena hasil Sweb nya negatif Covid-19.

Besok rencananya akan ada aksi mogok kerja susulan.

Bahkan sejumlah buruh direncanakan akan datang ke Tanjungpinang menuju kantor Gubernur Dompak untuk melakukan penolakan UU Cipta Kerja.

Distribusi Vaksin

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi masih menunggu informasi resmi terkait distribusi vaksin Covid-19.

Dari informasi yang ia peroleh dari media, ketersediaan vaksin Corona tersebut diproduksi tidak dalam jumlah banyak.

Pemerintah Indonesia menyebutkan jika pasokan vaksin COVID-19 mulai tersedia pada November 2020 seiring dengan kapasitas produksi sejumlah produsen vaksin yang bekerja sama dengan Indonesia.

Berdasarkan informasi itu, produsen Sinovac dan Sinofarm tahap awal ini kata Didi hanya 1.5 juta dosis vaksin saja.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved