Breaking News:

Mahasiswa Kesal Lagi Makan Pempek Ditembak Gas Air Mata Polisi, 'Jadi Saya Emosi'

Salah satu mahasiswa yang ditangkap karena merusak mobil polisi mengaku kesal, saat makan pempek ditembak gas air mata

KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA
Mobil Pam Obvit milik Polresta Palembang dirusak massa aksi demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berlangsung di depan gedung DPRD Sumsel, Rabu (8/10/2020l). 

TRIBUNBATAM.ID - Awwabin Hafiz salah satu tersangka yang diamankan polisi saat aksi demo tolak UU Cipta Kerja di Palembang, Sumatera Selatan mengaku, perusakan terhadap mobil Pam Obvit ia lakukan lantaran kesal akibat terkena gas air mata.

Bahkan, akibat kejadian itu ia mengalami luka bakar di bagian tangan karena melempar gas air mata yang ditembakkan petugas menggunakan tangan kosong.

Baca juga: Prabowo Subianto Tanggapi UU Cipta Kerja: Jika UU Ini Tidak Bagus, Bawa ke MK

Baca juga: Rizieq Shihab Pulang Pimpin Demo UU Cipta Kerja?, Simak Penjelasan Dubes Indonesia untuk Arab Saudi

"Waktu itu kami lagi makan pempek, tiba-tiba ditembakkan gas air mata, handphone teman saya juga hilang jadi saya emosi,"kata Awwabin ketika berada di Polda Sumsel, Rabu (14/10/2020).

Dijelaskan Awwabin, emosinya semakin memuncak saat melihat mahasiswa lain membalikan mobil Pam Obvit yang teparkir di luar gedung DPRD Provinsi Sumsel.

Mobil Pam Obvit milik Polresta Palembang dirusak massa aksi demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berlangsung di depan gedung DPRD Sumsel, Rabu (8/10/2020l).
Mobil Pam Obvit milik Polresta Palembang dirusak massa aksi demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berlangsung di depan gedung DPRD Sumsel, Rabu (8/10/2020l). (KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Kesal karena tembakan gas air mata tersebut, ia ikut melakukan perusakan dengan menendang mobil.

"Waktu itu mau saya bakar (mobil) tapi koreknya macet dan basah jadih batal.

Baca juga: Mobil Ambulans Terobos Blokade Polisi saat Demo UU Cipta Kerja di Jakarta, Punya Siapa?

Yang lain juga teriak bakar-bakar jadi tambah emosi," jelasnya.

Sementara itu Subdit 3 Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan kembali menangkap empat orang pelaku perusakan mobil polisi saat aksi demo penolakan UU Omnibus Law pada Kamis (8/10/2020).

Baca juga: Prabowo Subianto Beda Pendapat sama Fadli Zon soal UU Cipta Kerja, Kenapa?

Keempat tersangka yang ditangkap tersebut, seluruhnya merupakan mahasiswa.

Mereka adalah Awwabin Hafiz (19) mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, M Naufal Imandamalis (20) Mahasiswa Tehnik Sipil UNSRI.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved