Breaking News:

Polisi Sebut Modus Baru Berdemo! Ambulans Dipakai Kirim Logistik Diduga Angkut Batu

Ambulans diduga dipakai para pendemo untuk membawa logistik pada saat unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di Jakarta

Tangkap layar akun Twitter @QaillaAsyiqah
Sebuah video viral di media sosial yang menampilkan satu unit mobil ambulans dikejar dan ditembak aparat polisi. Lokasi penembakan terjadi di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa kemarin. 

TRIBUNBATAM.ID - Ambulans diduga dipakai para pendemo untuk membawa logistik pada saat unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di Jakarta.

Selain membawa makanan, beberapa ambulans dan mobil pribadi diduga membawa batu untuk dipakai pendemo menyerag polisi.

Baca juga: Mahasiswa Kesal Lagi Makan Pempek Ditembak Gas Air Mata Polisi, Jadi Saya Emosi

Baca juga: KPAI Sayangkan Polisi Persulit Penerbitan SKCK bagi Pelajar yang Terlibat Demo UU Cipta Kerja

Saat ini polisi masih mendalami kasus ini, di mana disebutkan pemakaian ambulans saat demo untuk membawa logistik (diduga batu) adalah modus baru.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, mobil ambulans dipilih karena dapat bergerak bebas masuk ke dalam kerumunan massa saat unjuk rasa terjadi.

Mobil Pam Obvit milik Polresta Palembang dirusak massa aksi demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berlangsung di depan gedung DPRD Sumsel, Rabu (8/10/2020l).
Mobil Pam Obvit milik Polresta Palembang dirusak massa aksi demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berlangsung di depan gedung DPRD Sumsel, Rabu (8/10/2020l). (KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

"Ada kendaraan-kendaraan yang sudah kita deteksi.

Ini modus baru lagi sekarang ini.

Baca juga: 7 Potret Onky Mahardika, Polisi Viral di Demo Tolak UU Cipta Kerja, Disebut Mirip Oppa Korea

Baca juga: Emak-emak Nyangkut di Kawat Berduri Untuk Hadang Pendemo, Sampai Luka-luka Saat di Evakuasi

Ada yang menggunakan kendaraan ambulans yang bebas bergerak," ujar Yusri kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

Sayangnya, kata Yusri, pengoperasian ambulans itu disalahgunakan massa dalam unjuk rasa tolak Undang-Undang Cipta Kerja.

Baca juga: Rizieq Shihab Pulang Pimpin Demo UU Cipta Kerja?, Simak Penjelasan Dubes Indonesia untuk Arab Saudi

Baca juga: Setelah SBY, Kini Giliran Anaknya AHY yang Merasa Dituduh Jadi Aktor di Balik Demo UU Cipta Kerja

Bukan hanya untuk membawa logistik berupa makanan, melainkan diduga mengangkut peralatan dan batu-batu.

"Bahkan ada indikasi menyiapkan alat-alat batu untuk demonstrasi, pelemparan-pelemparan," kata Yusri.

Bentrokan antara massa aksi menolak UU Cipta Kerja dan kepolisian pecah di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020).
Bentrokan antara massa aksi menolak UU Cipta Kerja dan kepolisian pecah di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020). (Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda)
Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved