Minggu, 19 April 2026

Kontras: Buzzer Tak Lagi Efektif, Periode Kedua Jokowi Serangan untuk Kebebasan Sipil Mengganas

Pendengung atau buzzer dinilai sudah tidak efektif lagi menyerang pemrotes pemerintah di priode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Joko Widodo saat mendatangi kediaman Maruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019) malam 

TRIBUNBATAM.ID - Para pendengung atau buzzer dinilai sudah tidak efektif lagi menyerang pemrotes pemerintah di priode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sehingga serangan dilakukan secara langsung melalui aparat kepolisian.

Baca juga: Kenali Arti Kata Buzzer, Orang yang Memiliki Pengaruh Tertentu Untuk Menyuarakan Kepentingan

Baca juga: Istana Tanggapi Isu Buzzer Serang Bintang Emon: Jika Merasa Dirugikan, Silakan Lapor

Baca juga: Buntut Video Parodi Gak Sengaja Kesiram, Kini Bintang Emon Dapat Serangan dari Buzzer

Kritik pedas ini disampaikan mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Yati Andriyani.

Ilustrasi buzzer di media sosial
Ilustrasi buzzer di media sosial (kompas.com)

Ia menilai, serangan terhadap kebebasan masyarakat sipil menjadi lebih ganas pada periode kedua Presiden Joko Widodo.

Baca juga: ILC Bongkar Cara Kerja Buzzer, Karni Ilyas Diminta Hadirkan Rocky Gerung dan Denny Siregar

Baca juga: Live Streaming ILC TV One Malam Ini, Karni Ilyas Angkat Topik Siapa Tokoh di Balik Buzzer

Baca juga: Karni Ilyas Tanyakan Kuantitas Buzzer 01 atau 02 di ILC ,Analis Media Sindir Emak-Emak,Pasangan mana

"Buzzer, influencer, barangkali tidak bisa lagi dianggap satu alat yang efektif.

Maka serangan-serangan langsung melalui aktor-aktor polisi kalau saat ini," kata Yati dalam diskusi daring, Senin (19/10/2020).

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (BPMI Setpres/Laily Rachev)

Ia membandingkannya dengan awal masa kepemimpinan Jokowi.

Menurut dia, awalnya pendengung banyak berperan untuk menyerang masyarakat sipil.

Baca juga: Di ILC, Haikal Hassan, Ketua PA 212 Bersumpah Jelaskan Hukum Buzzer Bayaran dalam Islam

Baca juga: Digaji Hingga Ratusan Juta, Begini Pengakuan Buzzer Profesional Penyebar Kabar Hoaks Pilpres

Baca juga: Ferdinand Hutahaean Marah Ketika Buzzer Prabowo-Sandi Jadikan Istri SBY Sebagai Bahan Olok-olok

Namun, Yati melihat bahwa para pendengung mulai terlihat kontraproduktif ketika membela pemerintah.

Sebab, kata dia, apa yang disampaikan pendengung kerap menjadi serangan balik bagi pemerintah.

"Di akhir-akhir ini ada kekalahan sebetulnya di media sosial.

Jawaban Spontan Denny Siregar Karena Bela Jokowi Habis-habisan Hingga Dituding Buzzer Bayaran Istana
Jawaban Spontan Denny Siregar Karena Bela Jokowi Habis-habisan Hingga Dituding Buzzer Bayaran Istana (YouTube Q&A Metro TV)

Buzzer mulai banyak kontraproduktif, bagaimana dia membela secara di luar nalar kita semua tentu saja, kepada pemerintahan hari ini, kepada Jokowi," tutur dia.

Baca juga: Masalah Buzzer Kembali Picu Demokrat dan Gerindra Saling Serang, Duel Andi Arief vs Andre Rosiade

Baca juga: Fenomena Buzzer Jokowi di Indonesia, Staff Kepresidenan Moeldoko Minta Hentikan

Baca juga: Moeldoko Ingin Tertibkan Buzzer, Relawan Medsos Jokowi dan Rocky Gerung Bereaksi

Alasan lainnya, Jokowi sudah tidak memiliki beban politik di periode kedua kepemimpinannya.

Menurut dia, Jokowi tidak terbebani untuk terpilih lagi maupun beban untuk mendapatkan dukungan masyarakat sipil.

Ilustrasi. Smartphone yang kerjanya hanya untuk memperbanyak
Ilustrasi. Smartphone yang kerjanya hanya untuk memperbanyak "like" di kantor perusahaan buzzer di China. (DailyMail)

Hal itu yang dalam pandangannya membuat hak asasi manusia serta demokrasi menjadi tersingkirkan pada era pemerintaan Jokowi periode kedua ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved