Kontras: Buzzer Tak Lagi Efektif, Periode Kedua Jokowi Serangan untuk Kebebasan Sipil Mengganas
Pendengung atau buzzer dinilai sudah tidak efektif lagi menyerang pemrotes pemerintah di priode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo
TRIBUNBATAM.ID - Para pendengung atau buzzer dinilai sudah tidak efektif lagi menyerang pemrotes pemerintah di priode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sehingga serangan dilakukan secara langsung melalui aparat kepolisian.
Baca juga: Kenali Arti Kata Buzzer, Orang yang Memiliki Pengaruh Tertentu Untuk Menyuarakan Kepentingan
Baca juga: Istana Tanggapi Isu Buzzer Serang Bintang Emon: Jika Merasa Dirugikan, Silakan Lapor
Baca juga: Buntut Video Parodi Gak Sengaja Kesiram, Kini Bintang Emon Dapat Serangan dari Buzzer
Kritik pedas ini disampaikan mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Yati Andriyani.
Ia menilai, serangan terhadap kebebasan masyarakat sipil menjadi lebih ganas pada periode kedua Presiden Joko Widodo.
Baca juga: ILC Bongkar Cara Kerja Buzzer, Karni Ilyas Diminta Hadirkan Rocky Gerung dan Denny Siregar
Baca juga: Live Streaming ILC TV One Malam Ini, Karni Ilyas Angkat Topik Siapa Tokoh di Balik Buzzer
Baca juga: Karni Ilyas Tanyakan Kuantitas Buzzer 01 atau 02 di ILC ,Analis Media Sindir Emak-Emak,Pasangan mana
"Buzzer, influencer, barangkali tidak bisa lagi dianggap satu alat yang efektif.
Maka serangan-serangan langsung melalui aktor-aktor polisi kalau saat ini," kata Yati dalam diskusi daring, Senin (19/10/2020).
Ia membandingkannya dengan awal masa kepemimpinan Jokowi.
Menurut dia, awalnya pendengung banyak berperan untuk menyerang masyarakat sipil.
Baca juga: Di ILC, Haikal Hassan, Ketua PA 212 Bersumpah Jelaskan Hukum Buzzer Bayaran dalam Islam
Baca juga: Digaji Hingga Ratusan Juta, Begini Pengakuan Buzzer Profesional Penyebar Kabar Hoaks Pilpres
Baca juga: Ferdinand Hutahaean Marah Ketika Buzzer Prabowo-Sandi Jadikan Istri SBY Sebagai Bahan Olok-olok
Namun, Yati melihat bahwa para pendengung mulai terlihat kontraproduktif ketika membela pemerintah.
Sebab, kata dia, apa yang disampaikan pendengung kerap menjadi serangan balik bagi pemerintah.
"Di akhir-akhir ini ada kekalahan sebetulnya di media sosial.
Buzzer mulai banyak kontraproduktif, bagaimana dia membela secara di luar nalar kita semua tentu saja, kepada pemerintahan hari ini, kepada Jokowi," tutur dia.
Baca juga: Masalah Buzzer Kembali Picu Demokrat dan Gerindra Saling Serang, Duel Andi Arief vs Andre Rosiade
Baca juga: Fenomena Buzzer Jokowi di Indonesia, Staff Kepresidenan Moeldoko Minta Hentikan
Baca juga: Moeldoko Ingin Tertibkan Buzzer, Relawan Medsos Jokowi dan Rocky Gerung Bereaksi
Alasan lainnya, Jokowi sudah tidak memiliki beban politik di periode kedua kepemimpinannya.
Menurut dia, Jokowi tidak terbebani untuk terpilih lagi maupun beban untuk mendapatkan dukungan masyarakat sipil.
Hal itu yang dalam pandangannya membuat hak asasi manusia serta demokrasi menjadi tersingkirkan pada era pemerintaan Jokowi periode kedua ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/jokowi111111111.jpg)