Breaking News:

Bisa 30 Ribu Paket Sehari, BC Batam Klaim Volume Barang Kiriman Tak Terpengaruh PMK 199/2019

Susila menyebut, volume barang kiriman di Batam tak terpengaruh terbitnya PMK 199/2019. Sehari barang kiriman bisa sampai 30 ribu paket.

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
TAK TERPENGARUH PMK - Foto Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Susila Brata (foto diambil melalui siaran Tribun Podcast). Susila menyebut volume barang kiriman di Batam tidak terpengaruh oleh terbitnya Peraturan Menteri Keuangan No. 199/PMK.01/2019 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Penerapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 199 Tahun 2019 tentang Ketentuan Kepabeanan, Cukai, dan Pajak Atas Impor Barang Kiriman di Batam masih dibahas hingga saat ini.

Seperti saat kunjungan kerja Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Rudi Chua ke Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam di Batu Ampar, Batam, beberapa hari lalu.

Rudi menyebut, ia tak menerima laporan terkait keluhan masyarakat atas layanan barang kiriman oleh Bea Cukai Batam.

“Sejauh ini tidak ada laporan keluhan yang disampaikan masyarakat kepada kami terkait pelayanan Bea Cukai Batam terhadap barang kiriman di wilayah Kepri. Saya lihat semuanya berjalan tertib walau ada sedikit hambatan waktu saat proses pengiriman,” ucap Rudi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam, Susila Brata mengatakan, kendala yang terjadi dalam lalu lintas barang kiriman itu disebabkan karena pemberitahuan barang yang tidak benar atau tidak sesuai.

Baca juga: Dampak PMK 199 Tahun 2019, Warga Keluhkan Mahalnya Biaya Pengiriman Barang Keluar Batam

Baca juga: Terkait PMK 199, Bea Cukai Batam Tambah Petugas, Tumpukan Barang Kiriman Tak Terlihat Lagi

Dikatakannya, hal tersebut menyebabkan keterlambatan proses pengeluaran barang karena memerlukan pemeriksaan yang lebih mendalam.

Ia mengakui, pihaknya akan melakukan pengawasan penuh terhadap barang kiriman baik secara fisik maupun secara administrasi.

"Pemberitahuan yang tidak sesuai sering dijadikan modus untuk menghindari pengenaan pajak. Sehingga hal tersebut perlu diawasi sebelum menimbulkan kerugian negara. Selain itu pemberitahuan yang tidak sesuai juga sering dijadikan modus penyelundupan barang-barang berbahaya seperti narkotika yang didistribusikan melalui barang kiriman," ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunbatam.id, Kamis (5/11/2020).

Ia menambahkan, petugas BC Batam pernah menindak sabu-sabu pada kegiatan pengiriman barang dengan modus pengiriman makanan.

"Sabu itu tidak dibungkus seperti makanan. Melainkan disimpan di sela-sela kardus pembungkusnya itu. Jadi petugas lapangan harus selalu maksimal dalam melakukan pengawasan barang kiriman,” kata Susila.

Dilansir dari Laporan Penerimaan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam hingga Oktober 2020, Bea Cukai Batam telah melayani dokumen Consignment Note (CN) sebanyak 7,7 juta kiriman. Jumlah tersebut menyumbang sebesar Rp 83,4 miliar terhadap penerimaan negara dari pajak barang kiriman.

Ia juga menyebutkan, volume barang kiriman di Batam tidak terpengaruh oleh terbitnya Peraturan Menteri Keuangan No. 199/PMK.01/2019 yang mengatur perubahan batas minimal pembebasan pajak barang kiriman menjadi 3 USD. Terhitung secara rata-rata barang kiriman yang masuk ke hangar-hanggar bea cukai mencapai 27.000 hingga 30.000 paket per hari.

Bea Cukai Batam dan DPRD Provinsi Kepulauan Riau mengaku tengah berusaha mencari solusi bersama untuk menjawab pertanyaan dari masyarakat terkait bidang kepabeanan dan cukai. Peran aktif dari lembaga legislatif seperti DPRD Provinsi Kepulauan Riau juga diperlukan dalam mengedukasi masyarakat terkait peraturan barang kiriman.

"Seperti yang ditekankan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani bahwa legal itu mudah. Bea Cukai Batam mengharapkan masyarakat mampu melakukan kegiatan pengiriman barang secara legal, karena dengan prosedur yang legal dan pemberitahuan barang yang sesuai akan mempercepat proses pengeluaran barang oleh Bea Cukai Batam," pungkasnya..

(*/TRIBUNBATAM.id/Rebekha Ashari Diana Putri)

Penulis: Rebekha Ashari Diana Putri
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved