TERORIS DI BATAM
Penangkapan Teroris di Batam, Abu Fatih Berencana Serang Polisi
Penangkapan teroris di Batam bernama Abu Fatih alias MA (34) berlangsung di jalan Perumahan Armendo Raya Punggur, Batam, Kepulauan Riau
Kemudian, Aman Aburrahman menunjuk Marwan sebagai pimpinan pusat JAD dan Zainal Anshori sebagai pimpinan JAD wilayah Jawa Timur.
JAD dibentuk dengan beberapa tujuan, yakni sebagai wadah menyatukan para pendukung ISIS di Indonesia yang berasal dari berbagai organisasi Islam.
Lalu mempersiapkan kaum muslimin Indonesia untuk menyambut kedatangan Khilafah Islamiyah, menyatukan pemahaman dan manhaj dari para pendukung Anshar Daulah, serta mempersiapkan orang-orang yang hendak pergi berjihad.
Struktur Organisasi JAD
JAD tidak memiliki struktur keanggotaan yang jelas karena relasi hubungan antara simpatisan dan anggota formal JAD juga tidak jelas.
Anggota JAD bahkan bisa melakukan aksi secara mandiri tanpa harus meminta izin kepada pimpinan pusat.
Selain itu, para simpatisan JAD juga bisa membentuk kelompok sempalan baru untuk menghindar dari proses hukum.
Hal ini tentunya berbeda dengan JI (Jemaah Islamiyah) yang lebih mengedepankan keputusan kolektif.
JAD menjadi jaringan teroris yang sangat diwaspadai di Indonesia.
Pada 2017, kelompok ini bahkan telah diakui sebagai organisasi teroris oleh Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat.
JAD memiliki beberapa satuan operasional yang terbagi menjadi regional, cabang dan sel.
JAD disebut-sebut berasal dari kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).
JAT merupakan pecahan dari kelompok Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) pimpinan Abu Bakar Baasyir.(tribunbatam)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Terduga Teroris Ditangkap di Batam, Pelaku Sempat Coba Lakukan Pembunuhan Terhadap Polisi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0811_teroris-di-batam-1.jpg)