Selasa, 2 Juni 2026

PENANGANAN COVID

Belum Sempat Digunakan, Alat PCR Test Bantuan Dinkes Kepri Ditarik dari RSUD EF Batam

Humas RSUD Embung Fatimah Batam, Novi bilang, bantuan alat PCR Test dari Dinkes Kepri itu belum pernah digunakan sejak diserahkan.Kini sudah ditarik

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/IAN SITANGGANG
RSUD EF BATAM - Foto Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Batam. Dua alat portable PCR Test yang sebelumnya diberikan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF) Batam sudah ditarik Dinkes Kepri 

Jadi bisa mengurangi beban di BTKL-PP Kelas I Batam," ucapnya, Kamis (29/10/2020).

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menganggarkan pembelian 2 unit PCR portable.

Diakuinya 2 alat akan diberikan untuk Batam dan Lingga. Saat ini jumlah kasus di Batam masih terus meningkat, sedangkan jumlah alat pemeriksaan tes swab masih terbatas.

Hal ini membuat hasil tes lambat keluar dan dikhawatirkan berdampak pada penyebaran.

Pengadaan dua unit alat baru ini diharapkan bisa tahun ini.

Sehingga bisa segera diserahkan ke Batam untuk difungsikan dalam menunjang pekerjaan tim kesehatan.

Ia berharap, Batam bisa membeli kekurangan alat pemeriksaan tes swab ini sendiri seperti rencana daerah lain.

"Kabupaten lain mereka akan beli sendiri. Paling tidak satu daerah punya satu alat. Saya rasa Batam juga pasti mampu.

Selain bantuan yang diberikan tentunya. Karena penduduknya paling banyak, jadi butuh alat lebih banyak juga," sebutnya.

Batam Andalkan PCR Bantuan Singapura

Alat untuk memeriksa sampel swab di Balai Teknik Kesehatan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas I Kota Batam diakui Kadinkes Batam masih terbatas.

BTKL-PP Kelas I Batam diakui Didi Kusmarjadi hanya mengandalkan dua unit Polymerase Chain Reaction (PCR) bantuan Singapura.

Kondisi ini yang menyebabkan lambatnya hasil tes swab Covid-19, khususnya di Kota Batam.

Didi tampak menyesalkan hingga saat ini belum ada bantuan alat PCR test tambahan baik dari Kementerian Kesehatan ataupun Pemerintah Provinsi Kepri.

Ironisnya lagi, kata Didi, selain melayani pasien di Batam, kedua alat tersebut juga menerima sampel dari Karimun, Bintan dan Tanjungpinang.

Satu alat yang berada di RSUD Embung Fatimah dialihkan ke Karimun.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved