Selasa, 2 Juni 2026

PENANGANAN COVID

Belum Sempat Digunakan, Alat PCR Test Bantuan Dinkes Kepri Ditarik dari RSUD EF Batam

Humas RSUD Embung Fatimah Batam, Novi bilang, bantuan alat PCR Test dari Dinkes Kepri itu belum pernah digunakan sejak diserahkan.Kini sudah ditarik

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/IAN SITANGGANG
RSUD EF BATAM - Foto Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Batam. Dua alat portable PCR Test yang sebelumnya diberikan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF) Batam sudah ditarik Dinkes Kepri 

Editor: Dewi Haryati

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dinas Kesehatan Provinsi Kepri menarik dua alat portable PCR Test yang sebelumnya diberikan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF) Batam.

Alat portabel PCR test bantuan dari Provinsi Kepri itu diserahkan ke RSUD EF Batam pada Jumat (9/10/2020) lalu.

Namun alat tersebut belum bisa digunakan karena pihak rumah sakit masih menunggu mesin ekstraksi dan reagen-nya.

Terbaru, belum lagi alat portabel PCR test itu digunakan pihak RSUD EF, sudah ditarik oleh Provinsi.

"Alatnya sudah ditarik lagi oleh Provinsi," kata Humas RSUD EF Batam, Novi, Selasa (11/11/2020).

Baca juga: Kadinkes Batam Minta Pemprov Kepri Bantu PCR, Ungkap Alasan Kasus Covid-19 Terus Meningkat

Baca juga: Kadinkes Kepri Ungkap Pemindahan Alat PCR dari Batam ke Karimun, Pesan 2 Unit Bantu Tangani Corona

Saat ditanya apa masalahnya, Novi mengatakan pihaknya tidak tahu.

"Lebih jelasnya tanya saja ke Provinsi," kata Novi.

Sementara saat ditanya apakah alat tersebut sudah sempat digunakan atau tidak, Novi menjawab belum pernah digunakan.

Diketahui, saat ini pasien Covid-19 di RSUD EF sebanyak 30 orang. 23 orang di antaranya positif covid-19, sedangkan tujuh orang lainnya suspek, dan masih menunggu hasil swab test.

Dipindahkan ke Karimun

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri mengungkapkan alasan pemindahan Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Kota Batam ke Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Mohammad Bisri mengaku, pemindahan satu unit PCR portable untuk mendukung pengujian sampel swab ke Karimun itu untuk membantu penanganan Covid di sana.

Karimun menurutnya belum memiliki alat untuk menguji sampel swab, sehingga terpaksa harus mengirimkannya ke Batam.

"Beberapa waktu lalu sudah kami serahkan dua alat untuk Batam. Namun satu unit alat PCR Portable dipindahkan ke Karimun.

Setelah mendapatkan bantuan alat sendiri, hal ini tidak perlu lagi, karena mereka sudah punya alat sendiri.

Jadi bisa mengurangi beban di BTKL-PP Kelas I Batam," ucapnya, Kamis (29/10/2020).

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menganggarkan pembelian 2 unit PCR portable.

Diakuinya 2 alat akan diberikan untuk Batam dan Lingga. Saat ini jumlah kasus di Batam masih terus meningkat, sedangkan jumlah alat pemeriksaan tes swab masih terbatas.

Hal ini membuat hasil tes lambat keluar dan dikhawatirkan berdampak pada penyebaran.

Pengadaan dua unit alat baru ini diharapkan bisa tahun ini.

Sehingga bisa segera diserahkan ke Batam untuk difungsikan dalam menunjang pekerjaan tim kesehatan.

Ia berharap, Batam bisa membeli kekurangan alat pemeriksaan tes swab ini sendiri seperti rencana daerah lain.

"Kabupaten lain mereka akan beli sendiri. Paling tidak satu daerah punya satu alat. Saya rasa Batam juga pasti mampu.

Selain bantuan yang diberikan tentunya. Karena penduduknya paling banyak, jadi butuh alat lebih banyak juga," sebutnya.

Batam Andalkan PCR Bantuan Singapura

Alat untuk memeriksa sampel swab di Balai Teknik Kesehatan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas I Kota Batam diakui Kadinkes Batam masih terbatas.

BTKL-PP Kelas I Batam diakui Didi Kusmarjadi hanya mengandalkan dua unit Polymerase Chain Reaction (PCR) bantuan Singapura.

Kondisi ini yang menyebabkan lambatnya hasil tes swab Covid-19, khususnya di Kota Batam.

Didi tampak menyesalkan hingga saat ini belum ada bantuan alat PCR test tambahan baik dari Kementerian Kesehatan ataupun Pemerintah Provinsi Kepri.

Ironisnya lagi, kata Didi, selain melayani pasien di Batam, kedua alat tersebut juga menerima sampel dari Karimun, Bintan dan Tanjungpinang.

Satu alat yang berada di RSUD Embung Fatimah dialihkan ke Karimun.

Alat PCR mobil yang besar kapasitasnya justru diletakkan di RS Tanjungpinang.

Padahal untuk jumlah pasien terindentifikasi positif Covid-19 di Batam sendiri semakin meningkat setiap harinya.

Sementara itu, 2 alat Portabel PCR Test pesanan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang diserahkan kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah dan Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam (RSBP) Batam, Jumat (9/10/2020) lalu malah ditarik kembali.

"PMI (Pekerja Migran Indonesia) juga cek di BTKL. Semua numpuk di BTKL. Bantuan alat darimanapun tak ada sampai detik ini ya," ucap Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi, Rabu (28/10/2020).

Didi menambahkan tak hanya masyarakat Kota Batam, pihaknya juga membantu penanganan PMI di Kota Batam tanpa adanya bantuan dari Pemprov Kepri.

Mulai dari kendaraan PMI, makanan dan tempat..

"Apabila ada PMI yang mengeluhkan sample lama bukan kesalahan di Pemko," imbuhnya.

(Tribunbatam.id/ Ian Sitanggang/Roma Uly Sianturi)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved