BINTAN TERKINI
Ternak Babi Jadi Perhatian Pemkab Bintan, Ambil Sampel Darah Cegah Penularan Penyakit ke Manusia
Monitoring Pemkab Bintan ke ternak babi bertujuan untuk mengantisipasi penyakit ASF dan Hog Cholera yang berbahaya pada kesehatan ternak.
Editor: Septyan Mulia Rohman
BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Keberadaan ternak babi di Kabupaten Bintan jadi perhatian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan.
Bekerja sama dengan Balai Veteriner (BVet) Bukittinggi, mereka melaksanakan monitoring dan surveillans pengambilan darah babi pada sejumlah lokasi di wilayah Bintan.
Monitoring mereka bertujuan untuk mengantisipasi penyakit ASF (African Swine Fever) dan Hog Cholera.
Dua penyakit ini sangat berbahaya pada ternak babi.
Kadis DKPP Bintan Khairul menuturkan, upaya ini diambil Pemkab Bintan melalui kesehatan hewan, agar hewan tidak menularkan penyakitnya pada manusia.
Apalagi saat ini penyakit baru yang menyerang manusia, lebih dari 75% bersifat zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan kemanusia.
"Untuk menuju Bintan Sehat dan Gemilang, sektor kesehatan hewan tidak boleh diabaikan," ucapnya, Selasa (10/11).
Kepala Seksi Kesehatan Hewan DKPP Bintan drh Iwan Berri Prima menuturkan, sejauh ini kesehatan hewan di Kabupaten Bintan cukup terkendali.
Hal ini selain karena koordinasi yang baik antara Balai Karantina Pertanian kelas 2 Tanjungpinang dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri.
"Apalagi dengan adanya kegiatan Monitoring dan Surveillans dilakukan bersama BVet Bukittinggi ini semakin meningkatkan kerja sama lintas instansi dalam menjaga Bintan dari ancaman penyakit hewan dan zoonosis," sebutnya.
Berri juga menerangkan, kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 9 sampai 13 November di beberapa kecamatan.
Namun target pengambilan sampel darah babi diutamakan di Kecamatan Bintan timur dan Kecamatan Gunung Kijang.
Berri juga menambahkan, sampel yang diambil selain darah babi juga sampel otak anjing, guna surveillans penyakit Rabies.
Sebab di ketahui Bintan dan juga Provinsi Kepri hingga saat ini selain bebas rabies, juga bebas penyakit ASF dan Hog Cholera pada babi.
Baca juga: Aneh tapi Nyata, Anak Babi Tetap Hidup Ditembak 3 Kali, Dirawat Sapi Betina Hidup Makan Rumput
Baca juga: Banyak Menyerang Babi, DKPP Bintan Sosialisasi Pencegahan Penyakit ASF, Belum Ada Temuan Kasus
"Dua kecamatan ini memiliki populasi ternak yang cukup tinggi.
Saat ini dalam rangka memantau penyakit itu, sejumlah sampel dibawa dan diperiksa di BVet Bukittingi, Sumatra Barat. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun.
Bersyukur, hingga saat ini kasus klinis pada hewan terhadap penyakit itu juga nihil," sebutnya.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ternak-babi-di-bintan-jadi-perhatian-pemkab-bintan.jpg)