TRIBUN WIKI
Asal Mula dan Filosofi Tempe Mendoan, Mengapa Digoreng Setengah Matang dan Tidak Renyah?
Tempe mendoan merupakan makanan olahan dari fermentasi atau peragian dari kacang kedelai (soybean cake).
Melansir dari artikel Kompas.com, dari namanya, "mendoan" berasal dari teknik masaknya.
Dalam bahasa Jawa Banyumas mendo memiliki arti setengah matang.
Maka mendoan adalah asli Banyumas ditilik dari cara membuat dan memasaknya, serta penamaan bahasanya.
Mendoan digoreng setengah matang karena dulunya dibuat sebagai olahan cepat saji.
Hal ini bertujuan untuk mempersingkat waktu pembuatan dan tidak menghabiskan waktu untuk menunggu tempe goreng menjadi sangat kering.
Mendoan muncul bersamaan dengan tempe yang merupakan makanan berbahan baku kedelai yang banyak tumbuh di seputar Asia Tengah wilayah China dan Indocina.
Lalu kedelai dibawa oleh masyarakat Asia Tengah ketika bermigrasi ke tenggara.
Makanan ini bukan sekadar kudapan nikmat untuk menemani minum teh, tetapi juga sebagai ujung tombak pariwisata Kabupaten Banyumas.
Mendoan juga sudah lama disantap oleh masyarakat Banyumas.
Makanan khas Banyumas tersebut ternyata sudah ada sejak lebih dari satu abad lalu.
Namun mulai menjadi komuditas ekonomis dan dikelola secara komersial dalam dunia kepariwisataan sejak awal 1960-an.
Hal ini bersamaan dengan munculnya pusat oleh-oleh sawangan dan kripik Nyoya Sutrisno yang mengolah bentuk lain dari mendoan yang kering atau disebut dengan nama kripik.
Baca juga: Resep Tempe Goreng Kremes Teri Nasi, Hidangan Gurih yang Cocok untuk Lauk Makan Siang
Filosofi orang Banyumas
Orang Banyumas bisa diumpamakan seperti mendoan yang lemas fleksibel mudah menyesuaikan diri.