TRIBUN WIKI
Asal Mula dan Filosofi Tempe Mendoan, Mengapa Digoreng Setengah Matang dan Tidak Renyah?
Tempe mendoan merupakan makanan olahan dari fermentasi atau peragian dari kacang kedelai (soybean cake).
Editor: Widi Wahyuning Tyas
TRIBUNBATAM.id - Tempe mendoan menjadi satu dari banyak makanan ringan yang populer di Indonesia.
Hidangan ini berupa tempe yang dilumuri tepung dan digoreng hingga.
Berbeda dari tempe kebanyakan, tempe mendoan asli umumnya digoreng setengah matang.
Rasanya masih tetap gurih dengan tekstur yang unik.
Menu tempe asal Banyumas ini banyak disukai oleh orang-orang dari daerah lain.
Tempe mendoan merupakan makanan olahan dari fermentasi atau peragian dari kacang kedelai (soybean cake).
Tempe kemudian dilumuri dengan bumbu dan tepung, tak lupa dicampurkan irisan daun bawang.
Lalu digoreng sebentar dalam minyak panas.
Baca juga: Resep Nugget Tempe Udang, Hidangan Simpel dan Lezat, Bisa untuk Lauk Makan Malam
Tempe mendoan disajikan panas-panas ditemani cabe rawit hijau dan atau sambal kecap manis.
Sebagaimana tempe yang cenderung menjadi lauk makan sementara mendoan lebih sebagai makanan ringan.
Cita rasanya hampir sama dengan tempe pada umumnya, tapi lebih tipis dengan ketebalan bahan mentah sekitar 3 inci.
Teksturnya pun tidak krispi melainkan lebih empuk dan kenyal dari adonan tepung yang digoreng setengah matang.
Namun di balik ciri khasnya yang unik, bukan tanpa alasan tempe mendoan digoreng setengah matang.
Baca juga: Sejarah Panjang di Balik Renyahnya Kerupuk, Simbol Keprihatinan di Zaman Penjajahan