Minggu, 17 Mei 2026

BATAM TERKINI

ATB Serahkan Aset ke BP Batam, Moya Mulai Kelola Air Bersih di Batam

PT ATB telah memberikan seluruh fasilitas dan aset terkait pengelolaan SPAM kepada BP Batam. Sementara PT Moya Indonesia resmi beroperasi.

Tayang:
ISTIMEWA
Penandatanganan berita acara pengakhiran konsesi, oleh Plh Kepala BP Batam, Purwiyanto, dan Presiden Direktur PT ATB, Benny Andrianto Antonius, Jumat (13/11/2020). 

Pada hari ini, Jumat (13/11), Maria menjelaskan, karyawan PT ATB akan dibebastugaskan, dan kepadanya akan dipenuhi hak-haknya sebagai karyawan, termasuk pembayaran pesangon.

Kendati perjanjian konsesi hampir berakhir, namun nyatanya, masih banyak karyawan yang telah memilih untuk tetap bertahan di dalam tubuh perusahaan PT ATB. Jumlah karyawan yang memilih untuk tetap bergabung di PT ATB hampir mencapai 200 orang.

"Karyawan yang bertahan itu macam-macam, ada operator, staff, acounting, ada bagian distribusi, pokoknya hampir semua departemen," ujar Maria.

Maria menjelaskan, PT ATB masih akan tetap beroperasi hingga tahun 2021, dalam perannya sebagai pendamping dalam hal kebutuhan perbaikan atas kerusakan-kerusakan fasilitas sesuai hasil survei yang dilaksanakan oleh BP Batam.

PT ATB juga akan memperluas jangkauan dalam pengembangan transformasi bisnis baru. Selaku tolak ukur perusahaan pengelola air di Indonesia, PT ATB senantiasa berkomitmen memberikan konsultasi dan advokasi kepada seluruh PDAM di Indonesia.

"Selanjutnya kalau ada kesempatan mengikuti tender, ya kenapa tidak. Kita akan ikut," tambah Maria.

Plh.Kepala BP Batam, Purwiyanto, menyatakan, mulai tanggal 15 November 2020, pukul 00:00 WIB, sistem pengelolaan air di Batam akan dioperasikan oleh PT Moya Indonesia.

"Poin pentingnya, pihak selanjutnya harus bisa menjaga bahkan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujar Purwiyanto.

Purwiyanto sangat menekankan, agar pelayanan dan distribusi air di Batam tidak terkendala, serta dapat mengalir secara merata.

Permasalahan mati air adalah hal yang harus selalu diperhatikan oleh operator, yakni PT Moya Indonesia.

"Setelah 25 tahun dikelola dengan baik oleh PT ATB, saya titip ke PT Moya. Kami harap agar pelayanan ke depan tidak terganggu," tambah Purwiyanto.

Turut hadir dalam proses penandatanganan berita acara tersebut, Deputi 6 Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo menjelaskan, pemenuhan air bersih sangat penting di Kota Batam, sebab Batam diharapkan menjadi lokomotif dalam investasi nasional.

Dengan demikian, mewakili Menko Perekonomian, Wahyu menegaskan agar penyediaan pelayanan air minum di Batam jangan sampai ada gangguan. Untuk itu, selama enam bulan ini, pihaknya sangat berharap kepada kinerja PT Moya Indonesia.

"Kami berharap Moya dapat memberi lebih baik lagi. Kita harus mengakui, bahwa mereka sudah cukup berpengalaman dalam pengelolaan air," tambah Wahyu. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Sumber: Tribun Batam
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved