FAKTA Kelam Imam Mahdi Palsu Bersama Pasukannya Kepung Masjidil Haram yang Ubah Sejarah Arab Saudi

Seorang yang mengaku Imam Mahdi bersama pasukan bersenjatanya sempat berusaha mengambil alih Masjidil Haram pada 20 November 1979

|
kayak
Masjidil Haram, Mekah yang menjadi kiblat umat Muslim seluruh dunia saat menjalankan salat, pernah berusaha dikuasai Imam Mahdi palsu bernama Mohammed Abdullah Al Qahtani 

FAKTA Kelam Imam Mahdi Palsu Bersama Pasukannya Kepung Masjidil Haram yang Ubah Sejarah Arab Saudi

TRIBUNBATAM.ID - Mungkin, tak banyak yang tahun sejarah peperangan sengit yang pernah terjadi di areal Masjidil Haram.

Seseorang yang mengaku Imam Mahdi bersama pasukannya sempat berusaha mengambil alih wilayah paling suci umat Islam seluruh dunia tersebut.

Saling tembak yang mengakibatkan korban jiwa tak terhindarkan, saat pasukan Imam Mahdi palsu bentrok melawan militer Arab Saudi.

Baca juga: Pemerintah Arab Saudi Buka Umrah Internasional, Kouta Jemaah Indonesia Terbanyak

Peristiwa itu terjadi 20 November 1979, pagi hari saat puluhan ribu jemaah dari seluruh pelosok dunia berkumpul di Masjidil Haram selesai menjalankan ibadah Salat Subuh.

Tepat 41 tahun yang lalu di Arab Saudi, peristiwa paling dramatis terjadi tepatnya di Masjidil Haram, Mekkah, kota suci bagi umat Islam.

Baca juga: Soal Ledakan Bom di Jeddah, Arab Saudi: Perancis sampai Amerika Serikat Kompak Sebut Pengecut

Masjid suci itu dibangun di sekeliling Kabah yang dianggap sebagai Baitullah alias "Rumah Allah" dan menjadi arah umat Islam dunia menunaikan salat.

Masa itu jemaah salat bersama dan ketika selesai sekitar 200 jemaah mengenakan jubah putih mengeluarkan senapan otomatis yang mereka selundupkan.

Sebagian jemaah bersenjata itu mengambil posisi di sekitar imam yang memimpin salat dan mengambil alih mikrofon.

Melalui pengeras suara, mereka menyampaikan pernyataan mengejutkan.

Dilansir dari BBC Indonesia melalui Kompas.com mereka berkata, "Kami menyampaikan hari ini kedatangan Mahdi, yang akan membawa keadilan dan kebenaran di bumi, yang sudah penuh dengan ketidakadilan dan penindasan."

Berdasarkan naskah-naskah Islam, Mahdi adalah "penebus Islam" yang akan membersihkan dunia dari kejahatan dan memerintah pada hari-hari menjelang akhir dunia.

Bagi kelompok yang dipimpin Juhayman Al Otaybi, yang menduduki Masjidil Haram, aksi mereka adalah awal dari hari kiamat.

Baca juga: Kementerian Arab Saudi Umumkan Aturan Karantina Untuk Peziarah Asing, Termasuk Pembatasan Jemaah

Salah seorang jemaah yang mengikuti salat pada subuh naas itu adalah seorang mahasiswa yang baru saja menuntaskan ibadah hajinya.

"Kami sangat kaget karena begitu salat selesai, beberapa orang mengambil alih mikrofon dan menyampaikan pengumuman di Masjidil Haram.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved