Kamis, 28 Mei 2026

PILKADA KEPRI

PILKADA KEPRI - Soerya Soroti Status Lahan, Isdianto Tawarkan Sekolah Gratis, Ansar Berdayakan ASN

3 Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri yang mengikuti debat Pilkada Kepri 2020 saling adu visi misi soal apa aja yang akan dilakukan jika terpilih

Tayang:
TribunBatam.id/Alamudin
DEBAT PILKADA KEPRI - Pasangan calon Isdianto dan Suryani saat mengisi menjawab pertanyaan yang diajukan dalam Debat Pilkada Kepri, Jumat (20/11/2020). 

Dia berkaca dari pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepri pada 2010 lalu. Kala itu, Pemerintah Provinsi Kepri membentuk Tim Koordinasi Pemberantasan Kemiskinan (TKPK).

"Tim ini lintas dinas atau lintas OPD. Kami mengajak kabupaten/kota di Kepri untuk menganggarkan program pengentasan kemiskinan sekian rupiah, maka provinsi akan menganggarkan 200 persennya," jelas Soerya.

Tim tersebut akan menjalankan sejumlah program semisal program rumah tidak layak huni (RTLH), program unit usaha bagi ibu rumah tangga, program kesehatan bagi para balita (UPGK), juga program lain di bidang-bidang kesehatan, pendidikan dan lingkungan.

Di samping menggerakkan kembali TKPK, Soerya juga menilai peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dapat menjadi solusi lain untuk mengentaskan kemiskinan.

Sebab, peningkatan PAD dapat berpengaruh pada kenaikan anggaran dalam APBD Kepri.

"Kalau APBD kita naik, tentu realisasi anggaran untuk kesehatan yang 10 persen dan pendidikan yang 20 persen juga akan meningkat," tambah Soerya.

Sedangkan Paslon Nomor Urut 02, H. Isdianto-Suryani terlihat kompak dan saling mengisi dalam menjawab pertanyaan pertanyaan yang dilempar oleh moderator.

Dengan waktu yang relatif singkat Paslon dengan tagline Isdianto-Suryani Untuk Kepri (Insani) ini menjawab semua pertanyaan yang disampaikan panelis.

Pada sesi ke tiga misalnya, Isdianto-Suryani mendapatkan pertanyaan terkait pembangunan sosial ekonomi untuk kemakmurkan dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan SDM.

Isdianto menjawab permasalahan itu dengan memberikan sekolah gratis tingkat SMA/SMK sederajat, S1 dan S2 untuk peningkatan SDM.

"Tujuan kita memberikan beasiswa untuk melatih dan mendidik anak kita agar bisa terampil dalam bekerja. Kita tahu SDM kita belum memadai, maka kita terus akan meningkatkan SDM kita," kata Isdianto.

Suryani menambahkan 96 persen wilayah Kepri merupakan mayoritas lautan, sehingga harus ada sekolah yang bergerak di bidang maritim dan kelautan agar sumber daya kelautan dapat dieksplotasikan.

"Ke depan kita akan memperbanyak sekolah yang bergerak di sektor kelautan dan kemaritiman. Karena ekonomi kita belum dapat banyak dari sektor kelautan," ujar Suryani.

Wanita itu mengatakan Insani akan menambah sekolah kejuruan di sektor kelautan agar sesuai dengan kondisi Kepri saat ini.

Bersama Isdianto dia coba menghidupkan kembali Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mengasah kemampuan anak-anak Kepri sehingga mempunyai keterampilan untuk bekerja.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved