Jumat, 29 Mei 2026

PILKADA KEPRI

PILKADA KEPRI - Soerya Soroti Status Lahan, Isdianto Tawarkan Sekolah Gratis, Ansar Berdayakan ASN

3 Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri yang mengikuti debat Pilkada Kepri 2020 saling adu visi misi soal apa aja yang akan dilakukan jika terpilih

Tayang:
TribunBatam.id/Alamudin
DEBAT PILKADA KEPRI - Pasangan calon Isdianto dan Suryani saat mengisi menjawab pertanyaan yang diajukan dalam Debat Pilkada Kepri, Jumat (20/11/2020). 

Di samping itu, pemulihan sektor pariwisata pun masuk perhatian serius Isdianto-Suryani.

Keduanya bertekad akan membangkitkan geliat pariwisata di tengah pandemi dengan mencanangkan Pariwisata Sehat.

"Kita akan membuka destinasi baru dengan melibatkan masyarakat agar meningkatkan geliat ekonomi masyarakat," ujar Isdianto.

"Ke depan kami akan membangkitkan destinasi Pariwisata Sehat, membangun kerja sama dengan semua pihak baik masyarakat dan para trevel perjalanan, hotel dan pelaku pariwisata lainnya," tambah Suryani.

Mantan anggota DPRD Kepri itu juga menegaskan Insani akan memberikan stimulus-stimulus untuk pelaku pariwisata agar bisa memberikan terobosan untuk menarik wisatawan.

Dengan konsep ini mereka akan memberdayakan masyarakat secara langsung, sehingga ekonomi di sekitar daerah pariwisata itu terus bergeliat.

"Ini komitmen kami untuk membangkitkan pariwisata pasca diterpa pandemic Covid-19," tegas kader PKS ini.

Sedangkan Paslon Nomor Urut 03, H Ansar Ahmad-Hj. Marlin Agustina menaruh perhatian pada aspek kesehatan dalam masa pandemi saat ini.

Kedua menawarkan solusi penguatan Satgas Covid-19, penguatan penegakan protokol kesehatan, memperbanyak Laboratorium Covid-19 dan mendatangkan vaksin.

"Selain itu, kami akan berusaha melakukan pemulihan ekonomi agar masyarakat Kepri sejahtera, token, sekolah gratis, menyediakan beasiswa untuk 7.000 siswa dan mahasiswa setiap tahun, memperhatikan insentif guru dan modal usaha untuk 5.000 UMKM di Kepri," ucap Ansar.

Paslon dengan tagline Ansar-Marlin Amanah Negeri (Aman) ini mendapat pertanyaan bagaimana mengelola Sistem Merid Birokrasi ASN dan menghilangkan KKN.

Ansar mengatakan akan menerapkan aturan ASN sebagaimana mestinya dengan prinsip kelembagaan dan menempatkan ASN dengan kemampuannya.

"Tidak ada prinsip suka dan tidak suka dalam penempatan ASN. Kita juga pasti menerapkan sistem yang baik sesuai dengan porsi ASN yang diperlukan. Ada juga dilakukan sistem evaluasi baik, buat cek and belance agar ASN bekerja dengan baik bisa mendapatkan penghargaan dan mendapat hukuman bagi ASN bekerja tidak baik,"sebut Ansar.

Marlin pun menyampaikan akan ada perencanaan melalui aplikasi e-planing dan prosedur satu pintu untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat.

"Ini menjadi perhatian kami, strategi pendekatan dengan edukasi serta pencegahan kami lakukan dalam pemberantasan korupsi," ujar Marlin.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved