Breaking News:

Jawaban FPI Soal Ancaman Pangdam Jaya: Itu OPM Jelas Teroris, Bertahun-tahun Tidak Dibubarin

Front Pembela Islam (FPI) akhirnya angkat bicara soal ancaman pembubaran dari Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman beberapa waktu lalu.

Editor: Danang Setiawan
Tribunnews/Jeprima
JAWABAN FPI SOAL ANCAMAN PANGDAM - Front Pembela Islam (FPI) akhirnya angkat bicara soal ancaman pembubaran dari Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman beberapa waktu lalu. Foto: Massa pendukung dan simpatisan Front Pembela Islam (FPI) saat menunggu kepulangan Habib Rizieq Syihab di sekitar markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat (10/11/2020). 

Editor Danang Setiawan

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Front Pembela Islam ( FPI) akhirnya angkat bicara soal ancaman pembubaran dari Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman beberapa waktu lalu.

Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar mengatakan, selama ini FPI bertindak selalu berdasarkan hukum yang berlaku, dan bagaimana juga caranya TNI membubarkan FPI.

Menurut Aziz, TNI lebih baik fokus untuk membubarkan OPM yang keberadaannya jelas merugikan masyarakat, apalagi pasukan elitenya berbiaya mahal dan dibiayai dari pajak masyarakat.

"Itu OPM yang jelas teroris, menyerang aparat dan masyarakat aja bertahun-tahun tidak dibubarin. OPM lebih urgent dibubarkan, kemarin menyerang masyarakat sipil hingga menewaskan dua orang," papar Aziz saat dihubungi, Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

Menurut Aziz, masalah OPM dinilai lebih urgent untuk TNI ketimbang membubarkan FPI.

Massa pendukung dan simpatisan Front Pembela Islam (FPI) saat menunggu kepulangan Habib Rizieq Syihab di sekitar markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat (10/11/2020)
Massa pendukung dan simpatisan Front Pembela Islam (FPI) saat menunggu kepulangan Habib Rizieq Syihab di sekitar markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat (10/11/2020) (Tribunnews/Jeprima)

Baca juga: Copot Baliho FPI & Habib Rizieq, TNI Diingatkan Urus Pertahanan Negara dan Tak Terlibat Kamtibmas

Baca juga: Heboh Pesta Pernikahan Anak Kepala BPBD Dibubarkan Polisi, Kapolres: Kita Tidak Pandang Bulu

Bahkan Aziz menyinggung tugas TNI yang seharusnya melindungi rakyat dari serangan teroris ketimbang mengurus baliho.

"Harus segera dikerahkan ke sana mendesak, rakyat bayar pajak untuk melindungi mereka dari serangan teroris bersenjata, antara lain OPM. Bukan untuk urus baliho dan FPI yang jelas banyak kontribusi untuk umat, jangan kecewakan harapan rakyat," papar Aziz.

Diberitakan sebelumnya, Panglima Kodam (Pangdam) Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman mengancam membubarkan FPI jika berbuat seenaknya.

Hal itu menanggapi tindakan pentolan Imam Besar Fron Pembela Islam ( FPI) Habib Rizieq Shihab yang melanggar protokol kesehatan sejak pertama datang ke Indonesia hingga acara pernikahan anaknya dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, TNI juga menemukan adanya spanduk atau baliho yang melanggar aturan perda.

Menanggapi hal itu, Dudung pun memerintahkan para prajurit TNI untuk mencopot baliho yang diduga melanggar aturan.

Prajurit TNI menertibkan spanduk tidak berizin saat patroli keamanan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020).
Prajurit TNI menertibkan spanduk tidak berizin saat patroli keamanan di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020). (kompas.com/GARRY LOTULUNG)

Baca juga: Duduk Perkara Pangdam Jaya Ancam Bubarkan FPI, Gertakan TNI hingga Kabar Terkini Habib Rizieq

Baca juga: Sosok Dudung Abdurachman, Pangdam Jaya Usulkan FPI Dibubarkan, Jualan Kue hingga Jadi TNI Karena Ini

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq. Itu perintah saya. Itu perintah saya. Karena berapa kali Pol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu.

Begini, kalau siapapun di Republik ini, siapapun, ini negara-negara hukum. Harus taat kepada hukum.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved