Joe Biden Minta Ahli Kesehatan Putuskan Siapa yang Berhak Terima Vaksin Covid-19 Pertama Kali
Anggota tim penasihat Biden, Celine Gounder mengatakan, langkah ini diambil Biden karena akan menentukan kelompok masyarakat yang berhak mendapatkan..
TRIBUNBATAM.id, ARKANSAS - Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Joe Biden, menyerahkan sepenuhnya kepada ahli kesehatan masyarakat dan ilmuwan untuk menentukan siapa yang berhak menerima vaksin Covid-19 pertama kali.
Pasalnya pasokan vaksin masih terbatas begitu nanti disahkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).
Anggota tim penasihat Biden, Celine Gounder mengatakan, langkah ini diambil Biden karena akan menentukan kelompok masyarakat yang berhak mendapatkan vaksin, dan ini pasti menimbulkan perdebatan.
Dia menjelaskan, kelompok masyarakat yang akan mendapatkan vaksin adalah tenaga kesehatan, pasien dengan kondisi kronis, dan komunitas kulit berwarna yang terkena dampak pandemi ini secara tidak proporsional.
"Sekarang bagaimana kamu memprioritaskan antara wanita berusia 85 tahun di panti jompo dan wanita Afrika-Amerika berusia 65 tahun, terutama ketika wanita berusia 65 tahun itu berisiko tinggi terkena penyakit?" kata Gounder dikutip dari CNN, Sabtu, (28/11/2020).
Baca juga: Pengembang Sarankan AstraZeneca Gabungkan Vaksinnya dengan Sputnik V
Menurut Gounder, di posisi tersebut situasi menjadi sedikit lebih politis. Sebab, Komite Penasihat untuk Praktik Imunisasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (ACIP) akan merekomendasikan kelompok masyarakat mana saja yang akan menerima vaksin lebih dulu.
"Sejujurnya, di sinilah presiden terpilih menyerahkannya kepada para ahli kesehatan masyarakat dan ilmuwan untuk mencari cara terbaik dalam mengalokasikan pasokan (vaksin) yang terbatas," kata Gounder.
Rencananya, ACIP mengadakan pertemuan darurat pada 1 Desember mendatang. Mereka akan memutuskan siapa kelompok pertama yang akan mendapatkan vaksin.
Padahal, biasanya ACIP bertemu setelah vaksin disetujui oleh FDA untuk membuat rekomendasi, tetapi mereka bekerja secara proaktif untuk mengantisipasi keputusan cepat oleh FDA.
"Kami memperkirakan pengesahan dalam waktu dekat jika vaksin ini terbukti efektif dan aman dalam waktu dekat dan kami ingin berada pada titik di mana kami memberikan panduan yang sesuai untuk negara bagian dan yurisdiksi untuk penggunaan vaksin ini," kata ketua ACIP, Dr Jose Romero. (*)
Simak berita Tribun Batam lainnya di Google News
Baca juga: Terdampak Covid-19, Kunjungan ke Pulau Penyengat Tanjungpinang Menurun
Baca juga: 4 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Awet Muda, Yuk! Lakukan dari Sekarang
Baca juga: Resep Sekoteng, Minuman Penghangat Tubuh saat Malam Hari, Tambah Santan biar Gurih
Baca juga: Cara Membedakan STNK Asli dan Palsu Agar Tak Tertipu, Pahami 3 Poin Utama Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/biden-kandidat-presiden-dari-partai-demokrat-joe-biden.jpg)