Rabu, 22 April 2026

Pembunuh Berdarah Dingin: Setelah Menyiksa, Para Pelaku Selfie Bersama Jasad Korban

Usai menyiksa dan membunuh korbannya, para pelaku berswafoto dengan jasad korban sambil tersenyum dan mengirimkan foto ke warga sebagai teror

DOK. POLRES MAYBRAT
Pembunuh Berdarah Dingin: Setelah Menyiksa, Para Pelaku Selfie Bersama Jasad Korban. Polisi mengevakuasi korban penganiayaan di Kampung Sori, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Jumat (11/12/2020) 

TRIBUNBATAM.id - Pembunuh Berdarah Dingin: Setelah Menyiksa, Para Pelaku Selfie Bersama Jasad Korban.

Penganiyaan sadis yang berakhir dengan tewasnya korban terjadi di  Kampung Sori, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, pada Jumat (11/12/2020). 

Tak cuma sadis, para pelaku tergolong mengerikan dan memberikan ketakutan luar biasa kepada para keluarga korban dan penduduk setempat.

Pasalnya, usai menyiksa dan membunuh korbannya, para pelaku berswafoto dengan jasad korban sambil tersenyum.

Foto itu kemudian dikirim ke sejumlah penduduk dengan tujuan meneror warga.

Baca juga: Fakta-Fakta Pembunuhan di Bengkong Sadai Batam, Heru Tunggara Tewas Ditikam Anak Buahnya

Baca juga: Korban Pembunuhan di Batam Sempat Kejar Pelaku Sambil Pegang Luka di Perutnya dan Akhirnya Tumbang

Baca juga: Mayat Korban Pembunuhan Duduk di Pintu Gereja, Semua Tertipu Mengira Staf Pemakaman

Aksi kriminal ini diduga polisi dilakukan Komite Nasional Papua Barat (KNPB), yang menganiaya dua warga.

Polisi mengevakuasi korban penganiayaan di Kampung Sori, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Jumat (11/12/2020)
Polisi mengevakuasi korban penganiayaan di Kampung Sori, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Jumat (11/12/2020) (DOK. POLRES MAYBRAT)

Pelaksana tugas Kapolres Persiapan Maybrat Kompol Bernadus Okoka menjelaskan, seorang warga berinisial OA meninggal akibat insiden penyerangan itu.

Sementara, seorang guru berinisial KS mengalami luka serius karena dianiaya.

Polisi menerima laporan penganiayaan itu pada Jumat (11/12/2020) sekitar pukul 07.30 WIT.

Setelah mendapat laporan, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban.

Baca juga: Kesadisan Pelaku Pembunuhan Raja Adat Buat Anak Mereka Histeris: Kenapa Kalian Matikan Bapakku

Baca juga: Pembunuhan Raja Adat Samosir Rianto Simbolon, Kini Menanti Simbolon Hidup Tanpa Ayah dan Ibu

Baca juga: Tepat Hari Ini 63 Tahun Lalu, Presiden Ir Soekarno Jadi Sasaran Pembunuhan, Dilempar Pakai Granat

Seminggu sebelum meninggal korban terluka dibawa ke Rumah Sakit Umum Keyen Kabupaten Sorong Selatan.

Bernardus menyebutkan, komplotan pelaku sempat mengambil foto bersama korban di lokasi kejadian.

Ilustrasi TKP pembunuhan
Ilustrasi TKP pembunuhan (Tribun Jateng/Desta Leila Kartika)

"Setelah mereka melakukan pembunuhan terhadap warga para pelaku ini sempat foto bersama jasad korban, kemudian mereka edarkan untuk meneror warga di sana," kata Bernadus saat dihubungi melalui ponselnya, Selasa (15/12/2020).

Selain korban jiwa, kelompok tersebut juga merusak tiga motor yang ada di lokasi, salah satunya motor korban OA.

Sedangkan dua motor lainnya merupakan milik tukang ojek dan warga yang berada di sekitar lokasi.

Baca juga: Mengungkap Teror & Fakta Pembunuhan di Sigi, Warga Sekitar Takut Pilih Mengungsi Karena Teroris MIT

Baca juga: 2 Perangkat Desa Berikan Keterangan Palsu Kasus Pembunuhan Pasutri di Pengadilan Demi Uang

Baca juga: Suara Jeritan Membawa Bachtiar Pada Mayat Diduga Korban Pembunuhan, Tubuh Saut Sempat Kejang-kejang

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved