Sabtu, 25 April 2026

BATAM TERKINI

Paguyuban Daerah Ramaikan Pawai Defile Hari Jadi Batam ke-191 

Pagelaran pawai defile memperingati Hari Jadi Batam ke-191 dilangsungkan di Dataran Engku Putri Batam Center.

TRIBUNBATAM.id/HENING SEKAR UTAMI
Pagelaran pawai defile Hari Jadi Batam ke-191 di Dataran Engku Putri Batam Center, Jumat (18/12/2020). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Upacara Hari Jadi Batam (HJB) ke-191 yang bertepatan 18 Desember 2020 digelar meriah.

Usai apel pagi yang dimulai sejak pukul 08:00 WIB, pagelaran pawai defile pun dilangsungkan di Dataran Engku Putri Batam Center.

Pawai diikuti oleh puluhan warga yang mengenakan baju adat sesuai dengan asal daerah masing-masing.

Pagelaran defile dimulai dengan penampilan lenggak-lenggok model dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam.

Model perempuan tersebut mengenakan kostum gaun yang apik bernuansa batik warna merah dengan sayap buatan berbentuk ukiran warna emas.

Menurut pembawa acara, kostum tersebut merupakan hasil kerajinan tangan dari tim Dekranasda Batam.

Selain itu, ada pula atraksi debus dari Paguyuban Keluarga Banten yang membuat seluruh tamu undangan menahan napas kagum. Atraksi debus itu tidak hanya ditarikan oleh kaum laki-laki, tetapi juga kaum wanita dan remaja dari Paguyuban Keluarga Banten.

Kendati diguyur gerimis di tengah pawai, para peserta pawai tetap melangsungkan pagelaran tersebut dengan mempertontonkan baju adat dan atribut khas daerahnya yang beraneka warna.

Baca juga: JELANG Natal, Disnaker Batam Ingatkan Perusahaan Wajib Bayar THR Pekerja 

Peserta pawai tampak antusias dalam agenda pagelaran ini, terbukti, salah seorang peserta dari Sumatera Utara, mengatakan telah mempersiapkan diri sejak subuh tadi.

Hujan gerimis kali itu nyatanya tidak menjadi kendala bagi dirinya dan para peserta pawai.

"Alhamdulillah, biarpun hujan turun tapi tidak merusak baju yang kami kenakan ini, yaitu baju adat dari daerah Tapanuli Selatan," ujar Perwakilan Ikatan Keluarga Sumatera Utara, Zul Padli Dalimunthe (25).

Ia pun menunjukan busana khas Tapanuli Selatan yang dikenakannya, berwarna merah, lengkap dengan peci hitam dan kain ulos. Menurutnya, kain ulos adalah bagian paling penting dari busana adat Sumatera Utara.

"Kain ulos ini adalah ciri khas baju adat kami. Kalau tak pakai ulos rasanya tidak lengkap," jelas Zul Padli.

Salah seorang peserta pawai dari Kalimantan Barat, Adrianus Mudon juga menyatakan, pagelaran ini menunjukan bahwa Batam adalah miniatur Indonesia.

Terdapat sedikitnya 22 paguyuban daerah yang mengikuti pawai defile tahun ini.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved