Mengenang Kisah Heroik Riyanto Banser, Tewas Demi Jaga Misa Natal dari Ledakan Bom

Mengenang Kisah Heroik Riyanto Banser, Tewas Demi Jaga Misa Natal dari Ledakan Bom.

TRIBUNNEWS
RIYANTO - Mengenang Kisah Heroik Riyanto Banser, Tewas Demi Jaga Misa Natal dari Ledakan Bom. FOTO: RIYANTO dan seragam koyak 

Namun, sosok Riyanto selalu dikenang atas keberaniannya dalam menyelamatkan para jemaah.

Baca juga: Momen Natal Pertama Puput Nastiti Devi Bareng Ahok Pasca Pindah Keyakinan, Tampil Manis dan Elegan

Riyanto sang patriot

Riyanto dan seragamnya yang koyak

Baca juga: KISAH Iwao Hakamada, Terpidana Mati Terlama di Dunia yang Tak Pernah Dieksekusi

Baca juga: Sekali Misa Maksimal 350 Orang, Ini Prosedur Ikut Ibadah Natal di Gereja Katolik Santo Petrus Batam

Rudi Sanusi Widjadja, seorang Pendeta Gereja Eben Haezer, mengenang sosok Riyanto sebagai seorang patriot.

"Karena keberanian dia untuk membawa itu dengan asumsi supaya tidak ada ledakan bom itu sehingga dia masukkan ke bak kontrol di depan."

"Kalau dari kita dia itu seorang yang saya katakan sebagai pahlawan kemanusiaan," ujarnya dilansir YouTube Kompas TV, Rabu (25/12/2019).

Riyanto juga menjadi sosok yang tidak akan pernah dilupakan oleh para anggota Banser Kota Mojokerto.

Ketua Ansor Banser Kota Mojokerto, Ahmad Saifulloh, juga mengungkapkan sosok Riyanto hingga saat ini masih menjadi panutan anggota Banser.

Baca juga: Panglima TNI Siapkan Hercules C-130 untuk Mudik Natal Warga Papua

Baca juga: Kumpulan Kartu Ucapan Selamat Natal 2020, Bisa Dikirim dan Jadi Status di FB, Twitter, IG, dan WA

"Sosok yang tak pernah dilupakan dan menjadi panutan anggota Banser. Riyanto juga menjadi tauladan yang luar biasa dan itu lahir dari seorang Banser" ungkapnya.

Menurutnya, anggota Banser dapat belajar dari Riyanto dalam membangun hubungan sesama manusia.

"Apa yang dilakukan Riyanto menjadi motivasi bagi kami untuk selalu menjaga dan menghidupkan tentang bagaimana kita membangun hubungan sesama manusia," ujar Ahmad.

"Serta bagaimana menghidupkan toleransi khususnya dalam kehidupan umat antar beragama," jelasnya.

Dikutip dari TribunSolo.com, Riyanto tengah berjaga saat misa pada malam Natal, 24 Desember 2000, ketika ia mendapatkan kabar dari seseorang terkait bungkusan hitam mencurigakan.

Dengan sigap, anggota Banser itu langsung membuka bungkusan tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved