Nasib Jack Ma, Kini Dilarang ke Luar Negeri, Perusahaannya Diselidiki atas Tuduhan Monopoli

Setelah pemerintah menyatakan melakukan penyelidikan terhadap perusahaannya Alibaba, pemerintah juga minta Jack Ma untuk tidak pergi ke luar negeri

Editor: Mairi Nandarson
Ist
Boss Alibaba Jack Ma 

Pan mengatakan perwakilan Ant bertemu pada hari Sabtu dengan pejabat dari PBOC dan perbankan China lainnya, sekuritas dan regulator valuta asing.

Dalam pertemuan itu, regulator menunjukkan masalah Ant termasuk tata kelola perusahaan yang buruk, pelanggaran tuntutan peraturan, arbitrase regulasi ilegal, penggunaan keuntungan pasarnya untuk menekan pesaing, dan merugikan kepentingan hukum konsumen, menurut Pan.

Ant menelusuri permulaannya ke Alipay, yang diluncurkan pada 2004 sebagai layanan pembayaran, dan 33% dimiliki oleh Alibaba.

Aplikasi Alipay mendominasi pembayaran digital di China, dengan lebih dari 730 juta pengguna bulanan.

Perusahaan yang berbasis di Hangzhou juga membangun kerajaan yang menghubungkan peminjam dan pemberi pinjaman China, mengamankan pinjaman jangka pendek dalam beberapa menit.

Itu siap untuk dinilai lebih dari US$ 300 miliar dalam debut pasar sahamnya.

Bulan lalu, China mengeluarkan rancangan aturan yang bertujuan untuk mencegah perilaku monopoli oleh perusahaan internet, dan Politbiro bulan ini berjanji untuk memperkuat upaya anti-monopoli pada tahun 2021 dan mengekang "ekspansi modal yang tidak teratur."

China juga memperingatkan raksasa internet itu pada bulan ini untuk bersiap menghadapi peningkatan pengawasan, karena mereka mengenakan denda dan mengumumkan penyelidikan merger yang melibatkan Alibaba dan Tencent Holdings Ltd.

Tekanan terus meningkat

Regulator China terus meningkatkan cengkeraman mereka terhadap perusahanan orang terkaya China Jack Ma. Saat ini perusahaan Jack Ma, Alibaba Group Holding Ltd dan Ant  Group Co, dalam bidikan pemerintah China untuk diselidiki.

Mengutip Bloomberg, Jumat (25/12), pada hari Kamis, China mengumumkan penyelidikan atas dugaan praktik monopoli di raksasa e-commerce yang berbasis di Hangzhou.

Ant Group Co. juga berada di garis bidik, karena bank sentral dan pengawas perbankan akan secara terpisah memanggil afiliasi fintech Ma ke sebuah pertemuan.

Sontak berita ini membuat harga saham Alibaba tergerus 7,9% dalam perdagangan Hong Kong.

Hal ini menunjukkan investor menganggap serius kedua penyelidikan ini.

Namun, perlu juga diketahui bahwa kenaikan saham Alibaba selama 20 tahun terakhir sebagian besar disebabkan kebijakan pemerintah China, yang melindungi dan memanjakan sektor internet yang sekarang berkembang pesat.

Halaman
1234
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved